Menakar Tren Investasi Pilihan Masyarakat di 2021
Jum'at, 05 Februari 2021 - 23:33 WIB
loading...
A
A
A
Cukup menarik ketika melihat lebih dalam ke tujuan orang berinvestasi. Mayoritas tujuan orang berinvestasi, sebanyak 32% responden, adalah untuk tujuan tertentu seperti menikah, pendidikan dan kebutuhan keluarga lainnya. Sementara 29% lainnya, berinvestasi untuk memiliki sumber pendapatan tambahan.
Jumlah dana yang dialokasikan untuk investasi masih terbilang rendah. Sebanyak 72% responden mengaku mengalokasikan 1-10 persen penghasilan yang didapatkannya selama sebulan untuk berinvestasi. Hanya 7 persen responden saja yang mengalokasikan di atas 20 persen pendapatan bulanannya.
Baca Juga: Mau Investasi Reksadana? Kenali Dulu Lebih Jauh di Sini
Uniknya, tren investasi via aplikasi meningkat. Ditandai dengan semakin beragamnya aplikasi investasi yang bisa diunduh gratis. Bibit menjadi aplikasi investasi terdepan dengan perolehan 44% responden. Di belakangnya ada Bareksa, Ajaib, IPOT dan Tanamduit yang berbagi angka 10, 9, 9 dan 8 persen pilihan responden.
“Sebanyak 51 persen responden memilih aplikasi investasi yang telah terdaftar di OJK. Sementara pertimbangan lainnya dalam memilih aplikasi investasi karena tertarik pada imbal hasil, fitur menarik dan promo,” kata Jessica.
Dalam memilih dan aplikasi investasi, sambung Jessica, sebaiknya mengumpulkan data dan melakukan survei terlebih dahulu. Jangan sampai berujung pada investasi bodong yang hingga kini masih banyak ditemui.
Jumlah dana yang dialokasikan untuk investasi masih terbilang rendah. Sebanyak 72% responden mengaku mengalokasikan 1-10 persen penghasilan yang didapatkannya selama sebulan untuk berinvestasi. Hanya 7 persen responden saja yang mengalokasikan di atas 20 persen pendapatan bulanannya.
Baca Juga: Mau Investasi Reksadana? Kenali Dulu Lebih Jauh di Sini
Uniknya, tren investasi via aplikasi meningkat. Ditandai dengan semakin beragamnya aplikasi investasi yang bisa diunduh gratis. Bibit menjadi aplikasi investasi terdepan dengan perolehan 44% responden. Di belakangnya ada Bareksa, Ajaib, IPOT dan Tanamduit yang berbagi angka 10, 9, 9 dan 8 persen pilihan responden.
“Sebanyak 51 persen responden memilih aplikasi investasi yang telah terdaftar di OJK. Sementara pertimbangan lainnya dalam memilih aplikasi investasi karena tertarik pada imbal hasil, fitur menarik dan promo,” kata Jessica.
Dalam memilih dan aplikasi investasi, sambung Jessica, sebaiknya mengumpulkan data dan melakukan survei terlebih dahulu. Jangan sampai berujung pada investasi bodong yang hingga kini masih banyak ditemui.
(akr)
Lihat Juga :