Pengusaha Puji Langkah Gubernur Anies yang Tak Lakukan Lockdown Akhir Pekan
Minggu, 07 Februari 2021 - 22:28 WIB
loading...
A
A
A
Selama ini pertumbuhan ekonomi Jakarta selalu di atas rata rata pertumbuhan ekonomi nasional, tapi sebagai dampak Covid-19 ekonomi Jakarta terjun bebas dengan pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi. Bahkan pada kuartal II-2020 minus 8,22% dan kuartal III-2020 menguat minus 3,82%.
Untuk kuartal IV-2020 yang baru saja dipublis BPS DKI Jakarta menguat minus 2,14%, dengan demikian secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Jakarta selama Januari-Desember 2020 minus 2,36%, sedikit di atas pertumbuhan nasional yang minus 2,07%. Sebagai kota jasa, ekonomi Jakarta sangat tergantung terhadap pergerakan manusia. Semakin banyak manusia bergerak bebas di Jakarta, maka peluang terjadinya transaksi ekonomi semakin besar, dan sebaliknya jika pergerakan manusia dibatasi maka ekonomi Jakarta akan stagnan.
Jika pertumbuhan ekonomi nasional 2021 ditargetkan di kisaran 4,5-5,5%, dengan melihat pertumbuhan ekonomi Jakarta selama ini, selayaknya target pertumbuhan ekonomi Jakarta tahun 2021 di atas target pertumbuhan ekonomi secara nasional, di kisaran 5,00 -6,00%. Namun melihat partumbuhan ekonomi Jakarta yang masih terkontraksi pada kuartal II, III, IV-2020 serta laju penyebaran Covid-19 yang masih tinggi ada rasa pesimistis bisa tercapai. ( Baca juga:Seorang Nenek di AS Masuk Islam Setelah Menonton Sinetron Turki )
"Namun jika program vaksinasiberjalan lancar serta didukung dengan peran serta masyarakat Jakarta yang semakin disiplin melaksanakan protokol kesehatan, maka terbuka peluang pemerintah mengeluarkan kebijakan yang lebih longgar sehingga berbagai aktivitas dunia usaha dan masyarakat normal kembali. Dengan demikian partumbuhan ekonomi Jakarta dapat positif dan keluar dari resesi," tandas Sarman.
Untuk kuartal IV-2020 yang baru saja dipublis BPS DKI Jakarta menguat minus 2,14%, dengan demikian secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Jakarta selama Januari-Desember 2020 minus 2,36%, sedikit di atas pertumbuhan nasional yang minus 2,07%. Sebagai kota jasa, ekonomi Jakarta sangat tergantung terhadap pergerakan manusia. Semakin banyak manusia bergerak bebas di Jakarta, maka peluang terjadinya transaksi ekonomi semakin besar, dan sebaliknya jika pergerakan manusia dibatasi maka ekonomi Jakarta akan stagnan.
Jika pertumbuhan ekonomi nasional 2021 ditargetkan di kisaran 4,5-5,5%, dengan melihat pertumbuhan ekonomi Jakarta selama ini, selayaknya target pertumbuhan ekonomi Jakarta tahun 2021 di atas target pertumbuhan ekonomi secara nasional, di kisaran 5,00 -6,00%. Namun melihat partumbuhan ekonomi Jakarta yang masih terkontraksi pada kuartal II, III, IV-2020 serta laju penyebaran Covid-19 yang masih tinggi ada rasa pesimistis bisa tercapai. ( Baca juga:Seorang Nenek di AS Masuk Islam Setelah Menonton Sinetron Turki )
"Namun jika program vaksinasiberjalan lancar serta didukung dengan peran serta masyarakat Jakarta yang semakin disiplin melaksanakan protokol kesehatan, maka terbuka peluang pemerintah mengeluarkan kebijakan yang lebih longgar sehingga berbagai aktivitas dunia usaha dan masyarakat normal kembali. Dengan demikian partumbuhan ekonomi Jakarta dapat positif dan keluar dari resesi," tandas Sarman.
(uka)
Lihat Juga :