Pengusaha Puji Langkah Gubernur Anies yang Tak Lakukan Lockdown Akhir Pekan

Minggu, 07 Februari 2021 - 22:28 WIB
loading...
Pengusaha Puji Langkah...
foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pelaku usaha memberikan apresiasi yang tinggi kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tidak mengikuti jejak Gubernur Jawa Tengah yang menerapkan Gerakan Dirumah Aja pada Sabtu-Minggu atau lockdown setiap akhir pekan. Keputusan DKI sangat bijak mengingat keberadaan Jakarta sebagai kota jasa, tempat ekonomi Jakarta digerakkan berbagai usaha sektor jasa yang setiap akhir pekan aktivitasnya sangat tinggi. ( Baca juga:Disebut Tak Miliki Calon Sekualitas AHY dan Anies, PDIP Jawab Rocky Gerung )

Wacana akan diterapkannya lockdown akhir pekan sempat membuat pelaku usaha kawatir dan galau, mengingat penerapan PSBB yang diperketat saja pelaku usaha sudah membuat omzet turun tajam. Apalagi kalau setiap akhir pekan ada larangan keluar rumah akan membuat pelaku usaha semakin terpuruk dan frustasi.

"Pengumuman dari Gubernur DKI Jakarta pada hari Jumat (5/2) yang memastikan tidak akan menerapkan lockdown pada akhir pekan untuk menekan penularan Covid-19 membuat pengusaha lega dan memiliki semangat untuk bertahan," kata Sarman Simanjorang, Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta, dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Minggu (7/2/2021).

Menurut Sarman, keputusan Gubernur Anies itu memberikan sedikit napas bertahan bagi pengusaha mall/pusat perbelanjaan, pusat perdagangan, hotel,restoran, kafe, mini market, dll yang menggerakkan ekonomi Jakarta di tengah pandemi. Keputusan itu juga seakan merasakan psikologi pengusaha saat ini yang sudah sangat di unjung tanduk karena mendekati setahun aktivitas usaha dan bisnis stagnan dengan berbagai kebijakan pembatasan.

"Setidaknya ada sedikit harapan meraup omzet di akhir pekan di tengah pembatasan jam opersional yang ada untuk menyambung napas usaha untuk mampu bertahan sambil menuggu badai berlalu. Banyak pelaku usaha yang berinovasi yang tadinya di bisnis travel atau pedagang fashion membuka usaha kuliner atau menjual makanan dan minum dan omzet mereka lumayan meningkat setiap akhir pekan. Bisa dibayangkan jika lockdwn diberlakukan akhir pekan," jelas Sarman.

Selama ini pertumbuhan ekonomi Jakarta selalu di atas rata rata pertumbuhan ekonomi nasional, tapi sebagai dampak Covid-19 ekonomi Jakarta terjun bebas dengan pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi. Bahkan pada kuartal II-2020 minus 8,22% dan kuartal III-2020 menguat minus 3,82%.

Untuk kuartal IV-2020 yang baru saja dipublis BPS DKI Jakarta menguat minus 2,14%, dengan demikian secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Jakarta selama Januari-Desember 2020 minus 2,36%, sedikit di atas pertumbuhan nasional yang minus 2,07%. Sebagai kota jasa, ekonomi Jakarta sangat tergantung terhadap pergerakan manusia. Semakin banyak manusia bergerak bebas di Jakarta, maka peluang terjadinya transaksi ekonomi semakin besar, dan sebaliknya jika pergerakan manusia dibatasi maka ekonomi Jakarta akan stagnan.

Jika pertumbuhan ekonomi nasional 2021 ditargetkan di kisaran 4,5-5,5%, dengan melihat pertumbuhan ekonomi Jakarta selama ini, selayaknya target pertumbuhan ekonomi Jakarta tahun 2021 di atas target pertumbuhan ekonomi secara nasional, di kisaran 5,00 -6,00%. Namun melihat partumbuhan ekonomi Jakarta yang masih terkontraksi pada kuartal II, III, IV-2020 serta laju penyebaran Covid-19 yang masih tinggi ada rasa pesimistis bisa tercapai. ( Baca juga:Seorang Nenek di AS Masuk Islam Setelah Menonton Sinetron Turki )

"Namun jika program vaksinasiberjalan lancar serta didukung dengan peran serta masyarakat Jakarta yang semakin disiplin melaksanakan protokol kesehatan, maka terbuka peluang pemerintah mengeluarkan kebijakan yang lebih longgar sehingga berbagai aktivitas dunia usaha dan masyarakat normal kembali. Dengan demikian partumbuhan ekonomi Jakarta dapat positif dan keluar dari resesi," tandas Sarman.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Di Luar Prediksi, Ekonomi...
Di Luar Prediksi, Ekonomi Singapura Tumbuh 6% Kuartal I-2026
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
Rekomendasi
Bos Maktour Mengaku...
Bos Maktour Mengaku Kelelahan, Kembali Absen dari Pemeriksaan KPK
Kemendagri Dorong Percepatan...
Kemendagri Dorong Percepatan Penataan dan Registrasi Posyandu
Motif Penculikan Lansia...
Motif Penculikan Lansia 70 Tahun di PIK karena Dendam Asmara Tak Direstui
Berita Terkini
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Infografis
3 Game Mobile Seru yang...
3 Game Mobile Seru yang Asyik Dimainkan Akhir Pekan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved