Indef: Lockdown Akhir Pekan Pilihan Tepat Pulihkan Ekonomi

Senin, 08 Februari 2021 - 13:07 WIB
loading...
Indef: Lockdown Akhir...
Wacana kebijakan lockdown akhir pekan dinilai tepat untuk mencegah penularan lebih jauh dengan tetap mendorong perekonomian. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kasus harian Covid-19 terus bergerak naik dengan angka lebih di atas 11.500 kasus per hari dengan total kasus sudah di atas 1,1 juta dan jumlah kematian 31 ribu jiwa. Di sisi lain pemulihan ekonomi tampaknya juga masih akan terus berjalan lambat.
Situasi ini merupakan rentetan realitas yang terus terjadi dalam 10 bulan terakhir yang dikhawatirkan masih akan berlanjut hingga akhir tahun depan.

Baca Juga: Vaksinasi Lambat, Goodbye Ekonomi RI 5%

Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad mengatakan, wacana kebijakan lockdown akhir pekan yang tengah mengemuka dapat diuji sebagai alternatif kebijakan untuk menekan risiko penularan tanpa merelakan kinerja sektor industri dan bisnis di hari kerja.

"Meskipun kebijakan ini tidak seefektif lockdown total karena tidak melewati masa inkubasi 7-14 hari," kata Tauhid di Jakarta, Senin (8/2/2021).

Menurut dia, kebijakan ini memiliki ongkos yang perlu dibayar seperti penurunan kinerja pertumbuhan di sektor penyediaan akomodasi dan makan minum serta sektor transportasi dan pergudangan. "Jika dilakukan dalam satu triwulan maka akan terjadi penurunan 5-7%," imbuhnya

Tentunya pengetatan aktivitas ini masih dengan catatan bahwa distribusi barang dan logistik tetap berjalan. Tidak hanya itu, untuk mengendalikan pandemi syarat 3T (testing, tracing, treatment) dilakukan secara masif dan sesuai prosedural epidemologis
ketika kebijakan tersebut dilakukan.

Dia menambahkan, Surat Edaran (SE) Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 tentang Kewajiban Pelaporan bagi Perusahaan Industri dan Perusahaan Kawasan Industri yang Memiliki Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri perlu direvisi.

"Hal ini dikarenakan belum ketatnya basis protokol kesehatan yang diterapkan untuk meminimalisir merebaknya Covid-19 di kawasan industri," imbuhnya.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi -2,07%, BKF: Tren Pemulihan Ekonomi Berlanjut

Pelaporan tidak disertai dengan evaluasi yang dilakukan pihak Kementerian Perindustrian dan Satgas Covid-19 yang ketat membuat pelaporan ini menjadi hanya perkara administrasi dan pengisian formulir saja tetapi tidak menyelesaikan angka penularan Covid-19 di lingkungan kerja.

Kewajiban pelaku industri sedang dan besar untuk dapat melakukan testing karyawan secara berkala perlu dilakukan. Ini juga menjadi bagian dalam membantu upaya Pemerintah melakukan 3T," imbuhnya.

Konsistensi dalam kebijakan ini akan menguntungkan pelaku industri karena dapat meminimalisir tingkat penularan Covid—19 yang dapat mengganggu proses produksi di masa depan.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketiga Kalinya, Para...
Ketiga Kalinya, Para Ahli Tak Melihat Perbaikan Ekonomi Indonesia
Soal Siapa yang Cocok...
Soal Siapa yang Cocok Pimpin OJK, Ekonom: Figur Harus Diterima Pasar
BI Rate Turun, Ekonom...
BI Rate Turun, Ekonom Sebut Kebijakan Fiskal dan Moneter Satu Arah Dorong Pemulihan Ekonomi
Efek Perang Dagang,...
Efek Perang Dagang, Indef Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI di 2025 Jadi 4,87%
INDEF: Ekosistem Hilirisasi...
INDEF: Ekosistem Hilirisasi Tembaga Indonesia Tunjukkan Perkembangan Positif dan Punya Nilai Strategi Signifikan
BUMN Berperan Penting...
BUMN Berperan Penting selama Pandemi Covid-19 dan Era Pemulihan
Redam Risiko Lonjakan...
Redam Risiko Lonjakan Harga Minyak Dunia, INDEF: Kendaraan Listrik Jadi Strategi Krusial
Indef: MBG Investasi...
Indef: MBG Investasi Strategis Pembangunan Sumber Daya Manusia
CSED-Indef Dorong Reformasi...
CSED-Indef Dorong Reformasi Kelembagaan Haji dan Umrah
Rekomendasi
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Meksiko dan Tradisi...
Meksiko dan Tradisi Start Sempurna di Piala Dunia
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Gulung Afrika Selatan 2-0
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved