Tetap Tumbuh di Akhir 2020, Industri-Industri Ini Kebal Pandemi
Senin, 08 Februari 2021 - 14:09 WIB
loading...
Kemenperin mencatat sejumlah industri hampir tak terpengaruh tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan tetap tumbuh di kuartal IV/2020. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Industri manufaktur di Tanah Air masih mencatatkan performa positif pada beberapa subsektornya di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Pada kuartal IV/2020, beberapa subsektor tercatat tetap konsisten berkontribusi serta menjadi penopang angka pertumbuhan industri pengolahan .
"Memang secara tahunan industri pengolahan nonmigas terkontraksi sebesar 2,22%. Namun bila kita bandingkan dengan kuartal sebelumnya, saya melihat sudah ada tren positif dan pertumbuhan industri sudah mengalami rebound," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (8/2/2021).
Baca Juga: Indonesia Ingin Unjuk Gigi dalam Pameran Industri Jerman
Pada kuartal IV/2020, industri logam dasar tercatat tumbuh 11,46% dengan meningkatnya permintaan luar negeri. Kemudian industri kimia, farmasi dan obat tradisional tumbuh 8,45%, terutama didukung peningkatan permintaan domestik terhadap sabun, hand sanitizer, dan disinfektan serta peningkatan produksi obat-obatan, multivitamin dan suplemen makanan.
"Dari banyaknya sektor industri yang terimbas pandemi Covid-19, sektor industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tetap memiliki demand tinggi sehingga memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian," sebut Menperin.
Selanjutnya, industri makanan dan minuman tumbuh 1,66% pada kuartal IV/2020. Menurut Agus, sektor tersebut merupakan salah satu sektor yang memiliki permintaan tinggi ketika pandemi Covid-19. Sebab, masyarakat perlu mengonsumsi asupan yang berkualitas untuk menjaga kesehatan.
"Industri makanan dan minuman merupakan sektor yang sangat potensial untuk terus dipacu, sektor ini kami proyeksikan agar mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional," imbuhnya.
"Memang secara tahunan industri pengolahan nonmigas terkontraksi sebesar 2,22%. Namun bila kita bandingkan dengan kuartal sebelumnya, saya melihat sudah ada tren positif dan pertumbuhan industri sudah mengalami rebound," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (8/2/2021).
Baca Juga: Indonesia Ingin Unjuk Gigi dalam Pameran Industri Jerman
Pada kuartal IV/2020, industri logam dasar tercatat tumbuh 11,46% dengan meningkatnya permintaan luar negeri. Kemudian industri kimia, farmasi dan obat tradisional tumbuh 8,45%, terutama didukung peningkatan permintaan domestik terhadap sabun, hand sanitizer, dan disinfektan serta peningkatan produksi obat-obatan, multivitamin dan suplemen makanan.
"Dari banyaknya sektor industri yang terimbas pandemi Covid-19, sektor industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tetap memiliki demand tinggi sehingga memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian," sebut Menperin.
Selanjutnya, industri makanan dan minuman tumbuh 1,66% pada kuartal IV/2020. Menurut Agus, sektor tersebut merupakan salah satu sektor yang memiliki permintaan tinggi ketika pandemi Covid-19. Sebab, masyarakat perlu mengonsumsi asupan yang berkualitas untuk menjaga kesehatan.
"Industri makanan dan minuman merupakan sektor yang sangat potensial untuk terus dipacu, sektor ini kami proyeksikan agar mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional," imbuhnya.
Lihat Juga :