Plasma BUMN untuk Indonesia Diluncurkan, Direksi BNI Ikutan Donor
Senin, 08 Februari 2021 - 15:13 WIB
loading...
A
A
A
Erick berharap, nantinya semua yang sudah terinfeksi dan sesuai dengan persyaratan mau mendonorkan plasmanya untuk sesama. "Kami dari BUMN akan selalu siap membantu dengan semua sumber daya yang kami miliki,” ujar Erick.
Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga, yang juga adalah inisiator program Plasma BUMN Untuk Indonesia mengatakan, program ini tidak hanya berjalan pada hari ini saja, melainkan akan tetap berlangsung dan difasilitasi oleh Satuan Tugas (Satgas) BUMN dengan bekerja sama dengan PMI dan Rumah Sakit di setiap provinsi.
"Dari 1,1 juta kasus sejak awal pandemi, sekitar 900 ribu terkonfirmasi sembuh, termasuk karyawan dan keluarga BUMN didalamnya. Para penyintas ini menjadi potensi pendonor yang tentunya dapat kita gerakkan agar turut menyukseskan program donor plasma dan membantu menyelamatkan nyawa para pasien. Kementerian BUMN siap menjadi pelopor donor plasma nasional untuk mendukung program Indonesia Sehat bersama Menteri BUMN,” ujar Arya.
Hingga Kamis (4/2), terdapat 175 ribu kasus aktif Covid-19 di Indonesia. Angka kesembuhan kasus dapat ditingkatkan salah satunya dengan donor plasma konvalesen dari para penyintas Covid-19. Angka ini secara konsisten juga terus menunjukan tren peningkatan kasus. Hal ini kemudian menjadi salah satu landasan dasar ide Program Plasma BUMN untuk Indonesia, untuk berkontribusi bersama menyembuhkan Indonesia.
Untuk itu, salah satu direksi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, yaitu Direktur Layanan dan Jaringan Ronny Venir, turut mendonorkan plasmanya demi membantu para penderita Covid-19, terutama penderita yang parah.
Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga, yang juga adalah inisiator program Plasma BUMN Untuk Indonesia mengatakan, program ini tidak hanya berjalan pada hari ini saja, melainkan akan tetap berlangsung dan difasilitasi oleh Satuan Tugas (Satgas) BUMN dengan bekerja sama dengan PMI dan Rumah Sakit di setiap provinsi.
"Dari 1,1 juta kasus sejak awal pandemi, sekitar 900 ribu terkonfirmasi sembuh, termasuk karyawan dan keluarga BUMN didalamnya. Para penyintas ini menjadi potensi pendonor yang tentunya dapat kita gerakkan agar turut menyukseskan program donor plasma dan membantu menyelamatkan nyawa para pasien. Kementerian BUMN siap menjadi pelopor donor plasma nasional untuk mendukung program Indonesia Sehat bersama Menteri BUMN,” ujar Arya.
Hingga Kamis (4/2), terdapat 175 ribu kasus aktif Covid-19 di Indonesia. Angka kesembuhan kasus dapat ditingkatkan salah satunya dengan donor plasma konvalesen dari para penyintas Covid-19. Angka ini secara konsisten juga terus menunjukan tren peningkatan kasus. Hal ini kemudian menjadi salah satu landasan dasar ide Program Plasma BUMN untuk Indonesia, untuk berkontribusi bersama menyembuhkan Indonesia.
Untuk itu, salah satu direksi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, yaitu Direktur Layanan dan Jaringan Ronny Venir, turut mendonorkan plasmanya demi membantu para penderita Covid-19, terutama penderita yang parah.
Lihat Juga :