Adem, 'Utang' buat Garuda Sebesar Rp1 Triliun Cair
Rabu, 10 Februari 2021 - 08:20 WIB
loading...
A
A
A
Sebagaimana yang telah disepakati bersama stakeholder terkait dalam hal ini Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan melalui PT SMI selaku pelaksana investasi, dana yang diperoleh dari penerbitan OWK akan dipergunakan untuk mendukung likuiditas, solvabilitas, serta pembiayaan operasional.
Mengacu pada persetujuan penerbitan OWK yang telah diperoleh perusahaan dengan nilai sebesar maksimum Rp8,5 triliun dan dengan tenor maksimum tujuh tahun, maka sesuai dengan penandatanganan perjanjian penerbitan OWK pada akhir Desember 2020 lalu, implementasi pencairan dana OWK yang telah terlaksana pada tanggal 4 Februari 2021 adalah sebesar Rp1 triliun dengan tenor selama tiga tahun.
Hingga awal kuartal IV-2020 lalu, Garuda Indonesia berhasil mencatatkan jumlah penumpang tertinggi selama pandemi. Pada November 2020 lalu Garuda Indonesia Group berhasil membukukan jumlah penumpang menembus lebih dari 1,020 juta penumpang yang meningkat cukup signifikan dibanding masa awal pandemi ketika perusahaan hanya dapat mengangkut 30 ribuan penumpang. Dari bisnis angkutan kargo, pada November 2020 Garuda Indonesia juga berhasil mencatatkan pertumbuhan kargo sebesar 12,20% dari awal kuartal IV-2020, menjadi 24,6 ribu ton angkutan kargo. ( Baca juga:Drone LongShot Bisa Meluncur dari Jet Tempur, Serang Banyak Target )
Dari aspek pengelolaan biaya produksi perusahaan, Garuda Indonesia juga secara konsisten menerapkan upaya-upaya strategis yang salah satunya melalui negosiasi biaya sewa pesawat, negosiasi dengan pihak ketiga lainnya, serta berbagai optimalisasi biaya penunjang lainnya sehingga penghematan per bulannya yang dapat diperoleh mencapai sebesar USD15 juta.
“Dengan kinerja perusahaan yang terus menunjukkan pertumbuhan positif di tengah masa pandemi ini serta kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap layanan penerbangan Garuda Indonesia, kami optimistis dana dari hasil penerbitan OWK ini akan dapat menunjang fokus akselerasi kinerja perseroan secara konsisten” ucapnya.
Mengacu pada persetujuan penerbitan OWK yang telah diperoleh perusahaan dengan nilai sebesar maksimum Rp8,5 triliun dan dengan tenor maksimum tujuh tahun, maka sesuai dengan penandatanganan perjanjian penerbitan OWK pada akhir Desember 2020 lalu, implementasi pencairan dana OWK yang telah terlaksana pada tanggal 4 Februari 2021 adalah sebesar Rp1 triliun dengan tenor selama tiga tahun.
Hingga awal kuartal IV-2020 lalu, Garuda Indonesia berhasil mencatatkan jumlah penumpang tertinggi selama pandemi. Pada November 2020 lalu Garuda Indonesia Group berhasil membukukan jumlah penumpang menembus lebih dari 1,020 juta penumpang yang meningkat cukup signifikan dibanding masa awal pandemi ketika perusahaan hanya dapat mengangkut 30 ribuan penumpang. Dari bisnis angkutan kargo, pada November 2020 Garuda Indonesia juga berhasil mencatatkan pertumbuhan kargo sebesar 12,20% dari awal kuartal IV-2020, menjadi 24,6 ribu ton angkutan kargo. ( Baca juga:Drone LongShot Bisa Meluncur dari Jet Tempur, Serang Banyak Target )
Dari aspek pengelolaan biaya produksi perusahaan, Garuda Indonesia juga secara konsisten menerapkan upaya-upaya strategis yang salah satunya melalui negosiasi biaya sewa pesawat, negosiasi dengan pihak ketiga lainnya, serta berbagai optimalisasi biaya penunjang lainnya sehingga penghematan per bulannya yang dapat diperoleh mencapai sebesar USD15 juta.
“Dengan kinerja perusahaan yang terus menunjukkan pertumbuhan positif di tengah masa pandemi ini serta kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap layanan penerbangan Garuda Indonesia, kami optimistis dana dari hasil penerbitan OWK ini akan dapat menunjang fokus akselerasi kinerja perseroan secara konsisten” ucapnya.
(uka)
Lihat Juga :