KKP Siapkan Strategi untuk Maksimalkan Penyerapan KUR
Minggu, 17 Mei 2020 - 16:55 WIB
loading...
A
A
A
Dengan sejumlah strategi di atas, Nilanto berharap keuangan digital bisa memberikan peningkatan literasi sekaligus menimbulkan ikatan antara masyarakat dengan perbankan formal, sehingga nantinya masyarakat mudah mengakses KUR. Terlebih keuangan digital sangat dinantikan di tengah pandemi covid-19.
Sebagai bentuk pengawasan sekaligus mendorong percepatan, KKP juga membentuk Kelompok Kerja (pokja) Kredit Program Sektor Kelautan dan Perikanan. Adapun anggotanya ialah para Eselon I lingkup KKP, Pusat Investasi Pemerintah-Kemenkeu, perbankan yang terdiri dari BRI, Mandiri, dan BNI, Lembaga Keuangan non Bank seperti BLU LPMUKP, Pegadaian, Permodalan Nasional Madani, Bahana Artha Ventura, dan Jamkrindo.
"Lingkup kegiatan Pokja adalah penjaringan calon debitur potensial, sehingga perbankan memiliki macam-macam strategi inovasi yang dikembangkan," tambah Nilanto.
Strategi berikutnya, KKP melakukan pengembangan kluster daya saing berbasis wilayah serta komoditas dan sarana prasarana. Dikatakan Nilanto sarana prasarana, pembiayaan, SDM iptek serta kelembagaan akan dilakukan mulai dari zona produksi, zona pasca panen, zona pengolahan, serta zona pemasaran.
"Jika rangkaian kluster daya saing dikembangkan secara serempak, maka indikator kinerja utama Ditjen PDSPKP dari sisi investasi, jumlah pembiayaan, indeks logistik, produksi olahan, konsumsi ikan dan ekspor akan mengalami peningkatan," kata Nilanto.
Sebagai bentuk pengawasan sekaligus mendorong percepatan, KKP juga membentuk Kelompok Kerja (pokja) Kredit Program Sektor Kelautan dan Perikanan. Adapun anggotanya ialah para Eselon I lingkup KKP, Pusat Investasi Pemerintah-Kemenkeu, perbankan yang terdiri dari BRI, Mandiri, dan BNI, Lembaga Keuangan non Bank seperti BLU LPMUKP, Pegadaian, Permodalan Nasional Madani, Bahana Artha Ventura, dan Jamkrindo.
"Lingkup kegiatan Pokja adalah penjaringan calon debitur potensial, sehingga perbankan memiliki macam-macam strategi inovasi yang dikembangkan," tambah Nilanto.
Strategi berikutnya, KKP melakukan pengembangan kluster daya saing berbasis wilayah serta komoditas dan sarana prasarana. Dikatakan Nilanto sarana prasarana, pembiayaan, SDM iptek serta kelembagaan akan dilakukan mulai dari zona produksi, zona pasca panen, zona pengolahan, serta zona pemasaran.
"Jika rangkaian kluster daya saing dikembangkan secara serempak, maka indikator kinerja utama Ditjen PDSPKP dari sisi investasi, jumlah pembiayaan, indeks logistik, produksi olahan, konsumsi ikan dan ekspor akan mengalami peningkatan," kata Nilanto.
Lihat Juga :