KPCPEN Buka-bukaan 5 Strategi Penanggulangan Pandemi Covid-19
Jum'at, 12 Februari 2021 - 22:37 WIB
loading...
A
A
A
“Pemanfaatan modal sosial politik menjadi penting untuk peningkatan pemahaman masyarakat terkait pencegahan Covid-19 melalui pemberian sosialisasi ataupun informasi mengenai 3 M, juga informasi lainnnya oleh tokoh agama, tokoh masyarakat setempat, dibandingkan aparat yang tidak dikenal dekat oleh masyarakat,” ujarnya.
Terlebih, katanya, dalam hasil survei terkait keyakinan masyarakat terhadap pemerintah dalam penanganan pandemi ini masih sekitar 52,6 persen per Juli 2020. Kondisi ini mengharuskan pemerintah untuk secepatnya menggandeng tokoh masyarakat untuk meningkatkan trust masyarakat.
“Pemahaman yang baik ini akan menumbuhkan rasa percaya dan kerja sama diantara masyarakat dalam upaya pencegahan Covid-19. Sehingga efektivitas dari kebijakan pendukung seperti PPKM yang berlaku saat ini akan semakin baik,” ujarnya.
Baca Juga: Asa Pemulihan Ekonomi 2021
Dalam diskusi ini juga hadir Siswanto, Kepala Badan Perencanaan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Purbalingga yang mengatakan bahwa wilayahnya mampu menekan angka penyebaran covid-19. Hal ini merujuk pada data dari total jumlah penduduk (sensus 2020) sebanyak 998.561 jiwa, ada 4.692 orang terkonfirmasi positif covid 19 dan 83.27% (3.907) dinyatakan sembuh
Namun demikian, tambah Siswanto, Kabupaten Purbalingga merasakan dampak dari pandemi ini dalam sisi ekonomi. Dimana terjadi penurunan di sektor pariwasata hingga 62.09% sepanjang tahun 2020 yaitu sebanyak 1.405.081 orang dari 3.706.984 orang pada 2019.
Hal serupa juga terjadi di sektor usaha kecil-industri kecil, pertanian, usaha padat karya, kuliner, hingga sektor kesenian dan hiburan yang tidak memungkinkan adanya pementasan. Sehingga diharapkan upaya pemerintah dalam menggalakkan program padat karya mampu mendorong roda perekonomian dipedesaaan kembali bergerak.
Dalam Safari Diskusi Kampus yang dibuka oleh Rektor Universitas Jendral Soedirman, Suwarto, dan Dekan FISIP Universitas Jendral Soedirman, Jarot Santoso. Safari Diskusi Kampus adalah kegiatan rutin KPCPEN yang bekerjasama dengan universitas-universitas di Indonesia agar menjadi sarana diskusi dan penyampaikan masukan serta pendapat dalam rangka menghadapi pandemi utamanya dalam penanganan kesehatan serta pemulihan ekonomi nasional.
Terlebih, katanya, dalam hasil survei terkait keyakinan masyarakat terhadap pemerintah dalam penanganan pandemi ini masih sekitar 52,6 persen per Juli 2020. Kondisi ini mengharuskan pemerintah untuk secepatnya menggandeng tokoh masyarakat untuk meningkatkan trust masyarakat.
“Pemahaman yang baik ini akan menumbuhkan rasa percaya dan kerja sama diantara masyarakat dalam upaya pencegahan Covid-19. Sehingga efektivitas dari kebijakan pendukung seperti PPKM yang berlaku saat ini akan semakin baik,” ujarnya.
Baca Juga: Asa Pemulihan Ekonomi 2021
Dalam diskusi ini juga hadir Siswanto, Kepala Badan Perencanaan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Purbalingga yang mengatakan bahwa wilayahnya mampu menekan angka penyebaran covid-19. Hal ini merujuk pada data dari total jumlah penduduk (sensus 2020) sebanyak 998.561 jiwa, ada 4.692 orang terkonfirmasi positif covid 19 dan 83.27% (3.907) dinyatakan sembuh
Namun demikian, tambah Siswanto, Kabupaten Purbalingga merasakan dampak dari pandemi ini dalam sisi ekonomi. Dimana terjadi penurunan di sektor pariwasata hingga 62.09% sepanjang tahun 2020 yaitu sebanyak 1.405.081 orang dari 3.706.984 orang pada 2019.
Hal serupa juga terjadi di sektor usaha kecil-industri kecil, pertanian, usaha padat karya, kuliner, hingga sektor kesenian dan hiburan yang tidak memungkinkan adanya pementasan. Sehingga diharapkan upaya pemerintah dalam menggalakkan program padat karya mampu mendorong roda perekonomian dipedesaaan kembali bergerak.
Dalam Safari Diskusi Kampus yang dibuka oleh Rektor Universitas Jendral Soedirman, Suwarto, dan Dekan FISIP Universitas Jendral Soedirman, Jarot Santoso. Safari Diskusi Kampus adalah kegiatan rutin KPCPEN yang bekerjasama dengan universitas-universitas di Indonesia agar menjadi sarana diskusi dan penyampaikan masukan serta pendapat dalam rangka menghadapi pandemi utamanya dalam penanganan kesehatan serta pemulihan ekonomi nasional.
(akr)
Lihat Juga :