Didukung Penuh Prabowo, Lahan Ujicoba Pertanian Presisi Panen Padi Perdana
Jum'at, 12 Februari 2021 - 23:15 WIB
loading...
A
A
A
Demo dari penggunaan UAV juga dilakukan di sela-sela kegiatan panen perdana di Cisaat. Di luar kegiatan pengelolaan lahan pertanian ini, maka, seperti amanah dari Menteri Pertahanan RI, tim pengelola juga membuka diri bagi peminat dari unsur pemerintah daerah, organisasi masyarakat, petani, hingga publik yang berminat untuk mempelajari teknik budidaya pertanian presisi di Cisaat.
Proses pembelajaran ini akan dilakukan oleh tim konsultan yang telah memperoleh pembekalan dari LTI untuk mendalami teknik pertanian presisi, baik dari aspek teknologi hingga budidaya aneka komoditas pangan dan hortikultura.
Baca Juga: Komisi IV DPR RI Minta Anggaran Kementerian Pertanian Ditambah
Di antaranya yang sedang dilakukan adalah ujicoba singkong dengan jarak tanam cukup padat sekitar 50 x 50 cm. Di petak uji yang sama juga tim lakukan ujicoba dengan jarak tanam konvensional 1 x 1 meter. Dari hasil pemantauan kualitas fisik ubi dari dua pola tanam singkong ini diperoleh hasil yang menggembirakan.
“Pemantauan secara fisik, dari berat, panjang ubi, hingga diameter menunjukkan tidak ada perbedaan yang signfikan dari penggunaan dua jarak tanam tersebut. Artinya, dengan populasi yang lebih padat jarak tanam maka dengan pertanian presisi ini kita tingkatkan produktivitas singkong,” sambung Widjajanto.
Proses pembelajaran ini akan dilakukan oleh tim konsultan yang telah memperoleh pembekalan dari LTI untuk mendalami teknik pertanian presisi, baik dari aspek teknologi hingga budidaya aneka komoditas pangan dan hortikultura.
Baca Juga: Komisi IV DPR RI Minta Anggaran Kementerian Pertanian Ditambah
Di antaranya yang sedang dilakukan adalah ujicoba singkong dengan jarak tanam cukup padat sekitar 50 x 50 cm. Di petak uji yang sama juga tim lakukan ujicoba dengan jarak tanam konvensional 1 x 1 meter. Dari hasil pemantauan kualitas fisik ubi dari dua pola tanam singkong ini diperoleh hasil yang menggembirakan.
“Pemantauan secara fisik, dari berat, panjang ubi, hingga diameter menunjukkan tidak ada perbedaan yang signfikan dari penggunaan dua jarak tanam tersebut. Artinya, dengan populasi yang lebih padat jarak tanam maka dengan pertanian presisi ini kita tingkatkan produktivitas singkong,” sambung Widjajanto.
(akr)
Lihat Juga :