Rupiah Berpeluang Menguat Seiring Pelonggaran Moneter AS

Kamis, 18 Februari 2021 - 09:02 WIB
loading...
Rupiah Berpeluang Menguat...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini diprediksi menguat. Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini berpotensi menguat seiring dengan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS yang mulai terkoreksi.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, sikap Bank Sentral AS yang tertulis dalam notula rapat terakhir di bulan Januari, yang dirilis dinihari tadi, menunjukan dukungan terhadap kebijakan pelonggaran moneter. "Hal ini bisa mendukung pelemahan dolar AS hari ini," ujar Ariston di Jakarta, Kamis (18/2/2021).

(Baca juga: Catat! 8 Emiten Bakal Terbitkan 10 Obligasi dan Sukuk Senilai Totalnya Rp10,5 T )

Di sisi lain, pasar masih mewaspadai pergerakan yield obligasi pemerintah AS yang masih di level tinggi. Kenaikan yield bisa mendorong penguatan dollar AS lagi dan menekan rupiah. "Potensi pergerakan rupiah hari ini diperkirakan berkisar 13.950-14.050 per dolar AS," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
Rekomendasi
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Rekrutmen 3.053 Guru...
Rekrutmen 3.053 Guru PPPK Sekolah Rakyat Dibuka 8 Juni 2026, Lengkapi Persyaratan Ini
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Berita Terkini
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved