Warkop Digital di Lampung Jadi Pijakan Membangun Ekonomi Digital Pedesaan
Kamis, 18 Februari 2021 - 14:57 WIB
loading...
Warkop Digital pertama di Lampung diresmikan di Kabupaten Pesawaran untuk mendukung pembangunan ekonomi digital di pedesaan sebagai bagian dari program Desa Digital Desa Wisata (Dedi Dewi). Foto/Dok
A
A
A
LAMPUNG - Warkop Digital pertama di Lampung diresmikan di Kabupaten Pesawaran untuk mendukung pembangunan ekonomi digital di pedesaan sebagai bagian dari program Desa Digital Desa Wisata (Dedi Dewi). Dalam acara peresmian Warkop Digital di Desa Hanura kemarin, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan, Warkop Digital bisa menjadi wadah untuk mengangkat untuk ekonomi wisata, terlebih di tengah pandemi yang merusak ekonomi.
"Digitalisasi disandingkan dengan wisata, itulah yang dimaksud dengan Dedi Dewi itu," kata Dendi Ramadhona.
Menurut Dendi, hampir semua desa di Pesawaran memiliki potensi wisata, namun tidak terekspos oleh wisatawan sehingga diperlukan digitalisasi . "Warkop Digital menjadi tempat titik berkumpul untuk menuangkan gagasan dan juga ada pembelajaran ilmu," ujarnya dengan menambahkan, Warkop Digital bisa dijadikan tempat kegiatan positif.
Baca Juga: Warkop Digital Perdana Dalam Wujudkan Ekonomi Digital Provinsi Bengkulu
Lebih lanjut terang dia, setiap desa membutuhkan fasilitas seperti Warkop Digital dan meminta semua desa yang sudah siap untuk menyediakan alat-alat penunjang digitalisasi. Beliau juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu memfasilitasi modernisasi digital desa, terutama Bencoolen Coffee dan Cyber Global Indonesia.
Dendi mengakui masih ada zona blank-spot di desa-desa Pesawaran. "Nanti ada BUMN yang mendukung kita. Fiber optik akan ditambah dan akan ada program bundling yang lain sehingga blank spot kita akan tercakup sinyal untuk digitalisasi," terangnya.
Bupati Dendi mengatakan, sektor swasta Pesawaran adalah yang paling terdampak pandemi virus corona. Sebelum pandemi Covid-19, diungkapkan olehnya, Pesawaran sedang giat membangun sektor pariwisatanya.
"Maka dari itu dibutuhkan kreativitas salah satunya adalah digitalisasi ini untuk membangun pariwisata di tengah pandemi. Sehingga orang-orang bisa menikmati pariwisata secara virtual karena tidak bisa menikmati wisata secara langsung," papar Dendi.
"Digitalisasi disandingkan dengan wisata, itulah yang dimaksud dengan Dedi Dewi itu," kata Dendi Ramadhona.
Menurut Dendi, hampir semua desa di Pesawaran memiliki potensi wisata, namun tidak terekspos oleh wisatawan sehingga diperlukan digitalisasi . "Warkop Digital menjadi tempat titik berkumpul untuk menuangkan gagasan dan juga ada pembelajaran ilmu," ujarnya dengan menambahkan, Warkop Digital bisa dijadikan tempat kegiatan positif.
Baca Juga: Warkop Digital Perdana Dalam Wujudkan Ekonomi Digital Provinsi Bengkulu
Lebih lanjut terang dia, setiap desa membutuhkan fasilitas seperti Warkop Digital dan meminta semua desa yang sudah siap untuk menyediakan alat-alat penunjang digitalisasi. Beliau juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu memfasilitasi modernisasi digital desa, terutama Bencoolen Coffee dan Cyber Global Indonesia.
Dendi mengakui masih ada zona blank-spot di desa-desa Pesawaran. "Nanti ada BUMN yang mendukung kita. Fiber optik akan ditambah dan akan ada program bundling yang lain sehingga blank spot kita akan tercakup sinyal untuk digitalisasi," terangnya.
Bupati Dendi mengatakan, sektor swasta Pesawaran adalah yang paling terdampak pandemi virus corona. Sebelum pandemi Covid-19, diungkapkan olehnya, Pesawaran sedang giat membangun sektor pariwisatanya.
"Maka dari itu dibutuhkan kreativitas salah satunya adalah digitalisasi ini untuk membangun pariwisata di tengah pandemi. Sehingga orang-orang bisa menikmati pariwisata secara virtual karena tidak bisa menikmati wisata secara langsung," papar Dendi.
Lihat Juga :