Sri Mulyani Tambah Lagi Anggaran PEN Capai Rp699,43 Triliun
Selasa, 23 Februari 2021 - 17:25 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani menegaskan pemerintah menambah anggaran pemulihan ekonomi nasional tahun ini. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat alokasi anggaran untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 menjadi sebesar Rp699,43 triliun. Alokasi ini lebih tinggi dari realisasi tahun lalu yang sebesar Rp579,8 triliun.
Baca Juga: Anggaran Pemulihan Ekonomi Rp515 T di 2021, Ini Rincian Alokasinya
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan anggaran program PEN tahun ini kembali meningkat nyaris mencapai Rp700 triliun. Sebelumnya anggaran PEN 2021 adalah Rp627,9 triliun.
"Kalau kita lihat 2021, desain dari PEN mengalami modifikasi. Kesehatan melonjak tinggi karena tim kesehatan pusat dan daerah dan antara kementerian sudah memiliki program baik 3 T dan vaksinasi," katanya dalam konferensi secara virtual, Selasa (23/2/2021).
Untuk anggaran kesehatan, pemerintah mengalokasikan sebesar Rp176,3 triliun. Jumlah ini mengalami lonjakan signifikan dari realisasi tahun lalu yang sebesar Rp63,5 triliun. "Kenaikan ini terjadi karena kebutuhan penanganan covid-19 dari sisi kesehatan juga meningkat," bebernya.
Baca Juga: Anggaran Pemulihan Ekonomi Rp515 T di 2021, Ini Rincian Alokasinya
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan anggaran program PEN tahun ini kembali meningkat nyaris mencapai Rp700 triliun. Sebelumnya anggaran PEN 2021 adalah Rp627,9 triliun.
"Kalau kita lihat 2021, desain dari PEN mengalami modifikasi. Kesehatan melonjak tinggi karena tim kesehatan pusat dan daerah dan antara kementerian sudah memiliki program baik 3 T dan vaksinasi," katanya dalam konferensi secara virtual, Selasa (23/2/2021).
Untuk anggaran kesehatan, pemerintah mengalokasikan sebesar Rp176,3 triliun. Jumlah ini mengalami lonjakan signifikan dari realisasi tahun lalu yang sebesar Rp63,5 triliun. "Kenaikan ini terjadi karena kebutuhan penanganan covid-19 dari sisi kesehatan juga meningkat," bebernya.
Lihat Juga :