Kapasitas Pembangkit Listrik di Jamali Akan Bertambah 3.000 MW

loading...
Kapasitas Pembangkit Listrik di Jamali Akan Bertambah 3.000 MW
Wilayah Jmali akan ketambahan pembangkit listrik sekitar 2.500 hingga 3.000 megawatt (MW) pada tahun ini. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura dan Bali PT PLN (Persero) Haryanto WS memproyeksikan akan ada tambahan pembangkit listrik sekitar 2.500 hingga 3.000 megawatt (MW) pada tahun ini. Adapun kapasitas terpasang pembangkit listrik di Jawa, Madura, Bali (Jamali) mencapai 40.000 MW.

Baca Juga: Realisasi Kapasitas Pembangkit Listrik EBT Hingga Tahun 2020 Capai 10.467 MW

"Tahun ini akan bertambah 2.000 MW untuk PLTU Jawa 7 Unit 2 dan Tanjung Jati unit 5, dan beberapa pembangkit yang dibangun PLN tidak kurang dari 1.000 MW. Jadi mungkin akan bertambah 2.500-3.000 MW tahun ini," ujarnya pada webinar Efisiensi Penyediaan Tenaga Listrik PT PLN (Persero), Selasa (23/2/2021).

Dia melanjutkan, tahun depan juga akan beroperasi sejumlah pembangkit dari pengembang swasta (IPP) sehingga menambah pasokan listrik.



"Ada PLTU Batang 2 unit, Tanjung Jati 2 unit, PLTGU Jawa 1, dan PLTU Cirebon. Mungkin akan bertambah sekitar 4.000 hingga 5.000 MW," ungkapnya.

Baca Juga: Survei: PDIP Kokoh di Puncak, Gerindra Tercecer ke Posisi Tiga

Menurut dia, dengan adanya penambahan ini maka kemampuan pembangkit listrik ke depan akan sangat mencukupi untuk melayani kebutuhan Jamali. Namun tambahan kapasitas tersebut juga akan memperlebar kelebihan pasokan di sistem kelistrikan Jamali. "Justru akan cenderung oversupply dan ini pekerjaan rumah kami bagaimana meningkatkan demand di Jamali," jelasnya.



Adapun jumlah pelanggan PLN di Jamali menguasai sekitar 70% dari total pelanggan di seluruh Indonesia yang terdiri dari 61% pelanggan tegangan rendah (TR), 32% pelanggan tegangan menengah (TM), dan 7% pelanggan tegangan tinggi (TT).
(fai)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top