Pupuk Kaltim Sulap Sampah Jadi Bernilai Ekonomis
Rabu, 24 Februari 2021 - 22:31 WIB
loading...
A
A
A
Hingga akhir 2020, pengembangan program melalui inovasi BSF di TPST Bessai Berinta berhasil membina 2 kelompok binaan di Kelurahan Loktuan dan Api-api Bontang Utara,serta mampu mengolah 974.538 Kg sampah sisa makanan dan menyalurkan 16,69 Kg larva maggot untuk kelompok binaan tersebut."Program ini akan terus dikembangkan serta direplikasi, untuk meningkatkan nilai ekonomi dengan berbagai inovasi produk turunan," terang Anggono.
Baca Juga: Dukung Inovasi Anak Negeri, Pupuk Kaltim Borong GeNose UGM
Seiring dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2021, Anggono juga menekankan Pupuk Kaltim akan terus menyikapi berbagai persoalan sampah sekaligus mengupayakan solusi berkesinambungan untuk menekan jumlah penumpukan yang terjadi. Hal ini sebagai wujud implementasi dukungan Pupuk Kaltim terhadap Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) Nomor 97 Tahun 2017, tentang Pengolahan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis, untuk pengurangan dan penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga tingkat nasional secara terpadu dan berkelanjutan.
"Apalagi Pemerintah secara nasional menargetkan adanya penurunan sampah hingga 30% pada 2025, maka perlu merubah mindset terhadap pengelolaan sampah, karena peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam mendukung hal tersebut," pungkas Anggono.
Baca Juga: Dukung Inovasi Anak Negeri, Pupuk Kaltim Borong GeNose UGM
Seiring dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2021, Anggono juga menekankan Pupuk Kaltim akan terus menyikapi berbagai persoalan sampah sekaligus mengupayakan solusi berkesinambungan untuk menekan jumlah penumpukan yang terjadi. Hal ini sebagai wujud implementasi dukungan Pupuk Kaltim terhadap Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) Nomor 97 Tahun 2017, tentang Pengolahan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis, untuk pengurangan dan penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga tingkat nasional secara terpadu dan berkelanjutan.
"Apalagi Pemerintah secara nasional menargetkan adanya penurunan sampah hingga 30% pada 2025, maka perlu merubah mindset terhadap pengelolaan sampah, karena peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam mendukung hal tersebut," pungkas Anggono.
(nng)
Lihat Juga :