Meneropong Peluang Industri Properti di Masa Pemulihan, DP 0% Jadi Angin Segar
Rabu, 24 Februari 2021 - 23:46 WIB
loading...
A
A
A
Pertumbuhan suplai listing tertinggi terjadi di bulan Juli sebesar 8.75%. Penurunan suplai listing yang cukup drastis terjadi dari bulan Agustus yang menukik ke 5.67%, hingga yang terendah pada Desember pada angka 3.82%.
Sementara dari segi permintaan per bulan, periode kuartal awal antara Januari hingga April mencatat penurunan cukup signifikan dari 10 % hingga hampir menyentuh angka 5%. Penurunan tersebut terjadi saat dimulainya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap awal.
Permintaan pasar kemudian meningkat menjadi 7.96% pada Mei hingga berhasil menembus 11.25% pada Juni. Peningkatan ini menjadi respons atas adaptasi yang dilakukan sektor properti dan pelonggaran PSBB.
Angka permintaan sempat kembali mengalami penurunan ke 6.57% pada September. Walaupun demikian, hingga Desember, permintaan properti berhasil stabil di angka 8.46%, sehingga tahun 2020 dapat ditutup dengan rapor positif.
Kebijakan DP 0% Bank Indonesia Bawa Angin Segar untuk Sektor Properti
Penurunan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps ke 3,50% yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI), menjadi angin segar bagi sektor properti Tanah Air. Kebijakan tersebut turut didukung dengan pelonggaran berbagai jenis kredit, termasuk pembebasan uang muka atau DP 0 persen untuk pembelian properti.
Relaksasi rasio Loan to Value/Finance to Value (LTV/FTV) kini dapat dimaksimalkan hingga 100% untuk berbagai jenis properti, baik itu rumah tapak, apartemen, maupun rumah toko/rumah kantor. Walaupun demikian, kebijakan baru ini hanya berlaku untuk bank yang memiliki rasio non-performing loan (NPL) di bawah 5%.
Sementara dari segi permintaan per bulan, periode kuartal awal antara Januari hingga April mencatat penurunan cukup signifikan dari 10 % hingga hampir menyentuh angka 5%. Penurunan tersebut terjadi saat dimulainya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap awal.
Permintaan pasar kemudian meningkat menjadi 7.96% pada Mei hingga berhasil menembus 11.25% pada Juni. Peningkatan ini menjadi respons atas adaptasi yang dilakukan sektor properti dan pelonggaran PSBB.
Angka permintaan sempat kembali mengalami penurunan ke 6.57% pada September. Walaupun demikian, hingga Desember, permintaan properti berhasil stabil di angka 8.46%, sehingga tahun 2020 dapat ditutup dengan rapor positif.
Kebijakan DP 0% Bank Indonesia Bawa Angin Segar untuk Sektor Properti
Penurunan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps ke 3,50% yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI), menjadi angin segar bagi sektor properti Tanah Air. Kebijakan tersebut turut didukung dengan pelonggaran berbagai jenis kredit, termasuk pembebasan uang muka atau DP 0 persen untuk pembelian properti.
Relaksasi rasio Loan to Value/Finance to Value (LTV/FTV) kini dapat dimaksimalkan hingga 100% untuk berbagai jenis properti, baik itu rumah tapak, apartemen, maupun rumah toko/rumah kantor. Walaupun demikian, kebijakan baru ini hanya berlaku untuk bank yang memiliki rasio non-performing loan (NPL) di bawah 5%.
Lihat Juga :