Efek WFH, Perusahaan Pangkas Luas Kantor Sampai 30%

loading...
Efek WFH, Perusahaan Pangkas Luas Kantor Sampai 30%
Ruang perkantoran. Foto/Dok SINDOphoto/Ali Masduki
JAKARTA - Para penyewa kantor akan mempertimbangkan untuk melakukan negosiasi ulang tentang sewa kantor , di mana banyak perusahaan yang berencana untuk mengurangi luasan kantor yang disewanya pada masa sulit ini.

Head of Office Services of Colliers Internasionals Indonesia Bagus Adikusumo mengatakan, penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) dikeluarkan oleh banyak perusahaan yang menyadari beberapa hal. Salah satunya adalah melalui teknologi, bisnis dapat terus beroperasi tanpa mengharuskan semua karyawan untuk melakukan pelaporan langsung ke kantor.

(Baca juga: WNA di Indonesia Boleh Terima Vaksinasi Gotong Royong )

Sehingga secara umum, saat ini banyak perusahaan yang menghadapi situasi di mana ruang kantornya tidak dimanfaatkan secara maksimal akibat pandemi Covid-19. Dan memaksa karyawannya untuk menerapkan strategi bekerja dari rumah.

“Banyak perusahaan mencoba mengurangi ruang kantor mereka dan melakukan negosiasi ulang dengan pemiliknya. Beberapa berhasil mencapai kesepakatan dalam negosiasi ulang dan beberapa tidak,” ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (26/2/2021).



Ketika masa sewa berakhir, mayoritas penyewa akan memperbaharui kontraknya. Namun, ruang kantor yang akan disewa diperkecil untuk menghemat biaya sewa.

(Baca juga: Selain Rumah, Duit Suap Benur Diduga juga Mengalir ke Perusahaan Edhy Prabowo )

“Ketika masa sewa berakhir, mayoritas penyewa akan memperbarui kontrak mereka dengan memperkecil area hingga 30% dan selanjutnya meminta fleksibilitas sewa sebagai cara untuk mengelola risiko,” jelasnya.

Sementara itu, Head of Project Management Colliers Internasional Indonesia Hendry Sugianto mengatakan, transformasi area kerja tidak hanya berpengaruh pada sewa kantor tetapi juga kepada pengaturan aktivitas kerja. “Untuk menentukan area kerja baru yang optimal membutuhkan strategi transformasi dengan analisis aktivitas dari berbagai departemen,” ucapnya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top