Sri Mulyani Tegaskan PSBB Tidak Mengganggu Ekonomi

Sabtu, 18 April 2020 - 06:04 WIB
loading...
Sri Mulyani Tegaskan...
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jabodetabek tidak berpengaruh negatif terhadap ekonomi secara nasional. Menurutnya meski ada PSBB, aktifitas seperti ekspor maupun impor masih berjalan.

Sri Mulyani lantas mencontohkan aktifitas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, selama PSBB tidak ada halangan terhadap arus barang. "Tanjung Priok salah satu pelabuhan besar di pintu masuk ekspor impor. Artinya meski ada PSBB tetapi tidak ada halangan terhadap arus barang,” ujar Sri Mulyani dalam telekonferensi, Jumat (17/4/2020).

Dia melanjutkan, PSBB ini juga sesuai instruksi Presiden Joko Widodo kepada kepala daerah, agar menjaga pasokan barang-barang logistik, termasuk untuk kebutuhan pasokan bahan pokok.

"Namun seperti apa dampak ke depannya, kita akan terus melihat berdasarkan berbagai kegiatan, terutama kawasan Jabodetabek," ungkap dia.

Meski demikian, lanjut Sri Mulyani, penerapan PSBB pasti mempengaruhi segi konsumsi dan kegiatan investasi yang mengalami perlambatan.

"Jadi dampaknya kita ukur ke depan, sesudah statistiknya. Tapi terlihat konsumsi dan kontributor terbesar dari kegiatan investasi akan slowing down karena PSBB," tuturnya.
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Mega Korupsi Penegak...
Mega Korupsi Penegak Hukum Merusak Ekonomi Negara
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Rekomendasi
Menaker: Pemerintah...
Menaker: Pemerintah Komitmen Cegah PHK dengan Berbagai Program Nyata
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
OnePlus Tersingkir dari...
OnePlus Tersingkir dari AS, Apple dan Samsung Untung Besar
Berita Terkini
Purbaya soal Dugaan...
Purbaya soal Dugaan Markup Pikap Kopdes Merah Putih: Lolos Audit Baru Saya Bayar
Bittime Kantongi Izin...
Bittime Kantongi Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Hari Ini
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Resmi, Pertamina Turunkan...
Resmi, Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 14 Juli
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved