Kepala BPPSDM Kementan Ajak Jaga Ketahanan Pangan dengan Percepatan Tanam

Senin, 18 Mei 2020 - 19:19 WIB
loading...
A A A
Dedi menjelaskan, ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga. Hal ini tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau.

Ia menambahkan, banyak upaya yang bisa dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan, yaitu intensifikasi, ekstensifikasi, dan diversifikasi pangan (pangan lokal). Baca: Kabupaten Poso Dukung Percepatan Tanam Melalui Sekolah Lapang

"Dalam intensifikasi, kita bisa memanfaatkan tekologi. Karena, teknologi pertanian berkembang cepat dan kita sedang menuju pertanian 4.0. Untuk ekstensifikasi, negara kita sangat luas, ada lahan kering, lahan sawah, lahan rawa, lahan perkebunan. Diversifikasi pangan atau pangan lokal kita juga melimpah, ada ubi jalar, ubi kayu, dan masih banyak lagi. Ini yang harus diperkuat," paparnya.

Dedi kembali menegaskan jika hal paling penting untuk dilakukan saat ini adalah percepatan tanam di lahan eksisting, seperti di lahan sawah, lahan kering, juga lahan rawa.

"Di lahan ini, percepatan harus dilakukan. Kita baru saja panen raya, beras kita surplus. Jangan lengah, selesai panen olah tanah, dan harus langsung tanam lagi. Gunakan alsintan biar pengolahan lahan lebih cepat, manfaatkan pengairan bisa dengan air hujan, dan manfaatkan cahaya matahari. Saprotan juga harus tersedia seperti benih, pupuk, pestisida, juga optimalisasi lahan pekarangan," katanya.

Lahan pekarangan Indonesia sangat luas. Masyarakat bisa menerapkan teknologi family farming dan bisa bercocok tanam di rumah. Teknik lain yang bisa dilakukan adalah melakukan vertical farming seperti tanaman hidroponik dan urban farming dengan memanfaatkan gang-gang bahkan atap gedung.

"Kuncinya ketersediaan air dan cahaya yang memadai. Dengan rajin tanam, selain memenuhi kebutuhan pangan juga meningkatkan imunitas," kata Dedi lagi.

Untuk memperkuat ketahanan pangan, percepatan tanam juga bisa dilakukan di lahan perhutanan sosial dengan melakukan intercroping atau tumpang sari antara tanaman lahan dan tanaman hutan. Juga melakukan intergrated farming antara ternak (domba, sapi, kambing dan lain-lain), dengan tanaman hutan, dan cara argoforestry, tergantung kebiasaan petani.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
FAO Ingatkan Risiko...
FAO Ingatkan Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Siap Ambil Peran Pemasok Pangan Dunia
Dukung Arah Ekonomi...
Dukung Arah Ekonomi Prabowo, Elemen Masyarakat Minta Distribusi Pangan Diperbaiki
Bahan Pangan Masih Impor,...
Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
FAO Peringatkan Penutupan...
FAO Peringatkan Penutupan Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Harga Pangan Global dalam Setahun
Rekomendasi
Michael Oliver Mendadak...
Michael Oliver Mendadak Dicoret di Laga Pertama Piala Dunia 2026, Ada Apa?
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
AS vs Paraguay: Tuan...
AS vs Paraguay: Tuan Rumah Unggul Tipis
Berita Terkini
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
Infografis
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved