Ada Persemaian Mangrove Skala Besar di Brebes, RI Siap jadi Pusat Mangrove Dunia
Senin, 01 Maret 2021 - 23:33 WIB
loading...
A
A
A
Sahat menjelaskan, pada Mangrove Center of Excellence akan diupayakan seluruh jenis mangrove yang ada di Indonesia akan ada di lokasi ini. Dia mengungkapkan bahwa dengan adanya kedua program ini akan memberikan dampak positif bagi Indonesia di mata dunia internasional, khususnya dalam hal pengembangan mangrove.
Lihat juga foto: Indahnya Wisata Mangrove Lantebung di Kota Makassar
"Keuntungannya dalam skala internasional adalah menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah pusat mangrove dunia. Untuk masyarakat Brebes akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru," bebernya.
Sebagai informasi, persemaian Mangrove Skala Besar yang berada di Desa Randusanga Kulon akan memiliki luas mencapai 10 hektare yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sedangkan Mangrove Center of Excellence di Desa Kaliwlingi yang memiliki luas 219 hektare akan dikelola oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kemenko Marves, Khairul Hidayati menambahkan, untuk mengelola wilayah pesisir dan lautan dengan baik perlu partisipasi semua pemangku kepentingan (stakeholders), sehingga wilayah pesisir dapat terjaga keberlanjutan fungsi ekosistemnya, dan juga dapat memberikan manfaat ekonomi yang tinggi untuk masyarakat pesisir.
Lihat juga foto: Indahnya Wisata Mangrove Lantebung di Kota Makassar
"Keuntungannya dalam skala internasional adalah menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah pusat mangrove dunia. Untuk masyarakat Brebes akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru," bebernya.
Sebagai informasi, persemaian Mangrove Skala Besar yang berada di Desa Randusanga Kulon akan memiliki luas mencapai 10 hektare yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sedangkan Mangrove Center of Excellence di Desa Kaliwlingi yang memiliki luas 219 hektare akan dikelola oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kemenko Marves, Khairul Hidayati menambahkan, untuk mengelola wilayah pesisir dan lautan dengan baik perlu partisipasi semua pemangku kepentingan (stakeholders), sehingga wilayah pesisir dapat terjaga keberlanjutan fungsi ekosistemnya, dan juga dapat memberikan manfaat ekonomi yang tinggi untuk masyarakat pesisir.
Lihat Juga :