Semen Indonesia Cetak Laba Rp2,79 Triliun
Selasa, 02 Maret 2021 - 14:36 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mencatatkan kenaikan laba bersih sepanjang tahun 2020. Pada laporan keuangan kuartal IV-2020 perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,79 triliun atau lebih tinggi 16,72 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp2,39 triliun.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan Perseroan di kuartal IV-2020 tercatat sebesar Rp35,17 triliun atau turun 12,87 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp40,36 triliun, dengan laba per saham dasar Rp471.
Baca Juga: Jaga Kinerja, Elnusa Bukukan Laba Bersih Rp249 Miliar di 2020
Adapun pendapatan perseroan terdiri atas semen, terak, beton jadi dan siap pakai, kantong semen, persewaan tanah, tanah kawasan industri, jasa penambangan dan lain-lain. Pendapatan semen tercatat Rp29,02 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp33,14 triliun; terak tercatat Rp2,89 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp3,08 triliun; beton jadi dan siap pakai tercatat Rp1,82 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp3,12 triliun; kantong semen tercatat Rp75,36 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp66,56 triliun.
Kemudian, persewaan tanah tercatat Rp29,46 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp39,81 miliar; tanah kawasan industri tercatat Rp16,28 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp24,48 miliar; jasa penambangan tercatat Rp23,66 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp22,68 miliar; pendapatan lain-lain tercatat Rp1,28 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp868,64 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan Perseroan di kuartal IV-2020 tercatat sebesar Rp35,17 triliun atau turun 12,87 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp40,36 triliun, dengan laba per saham dasar Rp471.
Baca Juga: Jaga Kinerja, Elnusa Bukukan Laba Bersih Rp249 Miliar di 2020
Adapun pendapatan perseroan terdiri atas semen, terak, beton jadi dan siap pakai, kantong semen, persewaan tanah, tanah kawasan industri, jasa penambangan dan lain-lain. Pendapatan semen tercatat Rp29,02 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp33,14 triliun; terak tercatat Rp2,89 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp3,08 triliun; beton jadi dan siap pakai tercatat Rp1,82 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp3,12 triliun; kantong semen tercatat Rp75,36 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp66,56 triliun.
Kemudian, persewaan tanah tercatat Rp29,46 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp39,81 miliar; tanah kawasan industri tercatat Rp16,28 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp24,48 miliar; jasa penambangan tercatat Rp23,66 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp22,68 miliar; pendapatan lain-lain tercatat Rp1,28 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp868,64 miliar.
Lihat Juga :