OJK Refleksikan Pertumbuhan Ekonomi RI dari Masyarakat Daerah
Selasa, 02 Maret 2021 - 22:28 WIB
loading...
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan di tengah pandemi Covid-19 mobilitas masyarakat di daerah lebih cepat pulih dibandingkan kota besar.
Hal ini ditunjukkan pertumbuhan positif bank-bank BPD (Bank Pembangunan Daerah) yang mencapai 5,68% per Januari 2021. Sementara di akhir 2020 kredit BPD naik 5,22%.
Baca juga: Perampok Todongkan Pistol ke Pegawai Bank di Wonosobo, Ratusan Juta Rupiah Melayang
"Saya masih berpergian ke daerah-daerah dengan protokol ketat. Di daerah, pergerakan masyarakat lebih cepat normal dibandingkan masyarakat kota besar. Buktinya kinerja BPD normal dan tumbuh positif. Karena itu game changer vaksin menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional kita," ujar Wimboh dalam webinar yang digelar MNC Group di Jakarta, Selasa (2/3/2021).
OJK mencatat per Januari 2021 pertumbuhan kredit mengalami tekanan -1,92%. Namun angka ini didorong oleh kredit Bank BUMN yang mencapai 1,45% dan pertumbuhan positif dari BPD.
Baca juga: Pimpinan BUMN Dengerin Nih!, Erick Thohir: Penilaian Bukan karena Suka atau Tidak Suka
Karena itu Wimboh menilai walau sudah ada indikasi perbaikan, namun permintaan masih lemah. "Permintaan merupakan yang sangat penting. Kredit itu harus ada permintaan jadi walaupun bunga turun tapi tak ada permintaan itu useless," ujar Wimboh.
OJK sebagai regulator akan mengupayakan suku bunga kredit perbankan untuk terus turun secara selektif dan berhati-hati agar tidak menimbulkan persoalan baru di industri perbankan.
Baca juga: Sudah Waktunya Keroyokan Bikin Bunga Kredit Bank Turun
OJK menyatakan telah berhasil mendorong perbankan menurunkan suku bunga kredit produktif yang sudah terus turun sejak tahun 2016 menjadi di bawah 10%.
Suku bunga kredit modal kerja turun mulai Mei 2016 dari 11,74% menjadi 9,27% di Januari 2021. Suku bunga kredit investasi posisi Mei 2016 di 11,42% turun menjadi 8,83% di Januari 2021. Sementara suku bunga kredit konsumsi sudah turun dari Mei 2016 di posisi 13,74% menjadi 10,95% di Januari 2021.
Hal ini ditunjukkan pertumbuhan positif bank-bank BPD (Bank Pembangunan Daerah) yang mencapai 5,68% per Januari 2021. Sementara di akhir 2020 kredit BPD naik 5,22%.
Baca juga: Perampok Todongkan Pistol ke Pegawai Bank di Wonosobo, Ratusan Juta Rupiah Melayang
"Saya masih berpergian ke daerah-daerah dengan protokol ketat. Di daerah, pergerakan masyarakat lebih cepat normal dibandingkan masyarakat kota besar. Buktinya kinerja BPD normal dan tumbuh positif. Karena itu game changer vaksin menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional kita," ujar Wimboh dalam webinar yang digelar MNC Group di Jakarta, Selasa (2/3/2021).
OJK mencatat per Januari 2021 pertumbuhan kredit mengalami tekanan -1,92%. Namun angka ini didorong oleh kredit Bank BUMN yang mencapai 1,45% dan pertumbuhan positif dari BPD.
Baca juga: Pimpinan BUMN Dengerin Nih!, Erick Thohir: Penilaian Bukan karena Suka atau Tidak Suka
Karena itu Wimboh menilai walau sudah ada indikasi perbaikan, namun permintaan masih lemah. "Permintaan merupakan yang sangat penting. Kredit itu harus ada permintaan jadi walaupun bunga turun tapi tak ada permintaan itu useless," ujar Wimboh.
OJK sebagai regulator akan mengupayakan suku bunga kredit perbankan untuk terus turun secara selektif dan berhati-hati agar tidak menimbulkan persoalan baru di industri perbankan.
Baca juga: Sudah Waktunya Keroyokan Bikin Bunga Kredit Bank Turun
OJK menyatakan telah berhasil mendorong perbankan menurunkan suku bunga kredit produktif yang sudah terus turun sejak tahun 2016 menjadi di bawah 10%.
Suku bunga kredit modal kerja turun mulai Mei 2016 dari 11,74% menjadi 9,27% di Januari 2021. Suku bunga kredit investasi posisi Mei 2016 di 11,42% turun menjadi 8,83% di Januari 2021. Sementara suku bunga kredit konsumsi sudah turun dari Mei 2016 di posisi 13,74% menjadi 10,95% di Januari 2021.
(ind)
Lihat Juga :