DPR Minta Erick Thohir Cermati Plus Minus dari Merger Pelindo

Selasa, 02 Maret 2021 - 23:38 WIB
loading...
DPR Minta Erick Thohir...
Anggota Komisi VI DPR Achmad Baidowi. Foto/Dok SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR Achmad Baidowi mencatat, rencana Kementerian BUMN untuk menggabungkan (merger) PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo I-IV patut dicermati dengan baik.

Sebagai operator utama sejumlah pelabuhan di Indonesia, keberadaan empat perseroan dalam satu perusahaan baru, dinilai mampu menghadirkan layanan yang terintegrasi dan terstandarisasi. Di mana, layanan di satu pelabuhan akan sama dengan pelabuhan lainnya.

Bahkan, merger Pelindo Group diyakini bisa membuat kualitas layanan logistik di Tanah Air semakin meningkat. "Hal ini penting mengingat selama ini Indonesia tertinggal dalam layanan logistik dibanding negara-negara tetangga, khususnya Singapura dan Malaysia," ujar Awiek sapaan akrab Achmad Baidowi, Selasa (2/3/2021).

Baca juga: Stafsus Menteri BUMN Ungkap Rencana Merger Pelindo I hingga IV

Dalam catatannya, biaya logistik Indonesia cukup besar. Biaya logistik Indonesia mencapai 23,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB), berbeda dengan Malaysia yang hanya 13% dari PDB.

Besarnya biaya logistik ini sangat berpengaruh pada indeks kemudahan berusaha yang selama ini menjadi perhatian calon investor untuk berinvestasi di sebuah negara.

Meski demikian, sisi negatifnya juga harus diperhatikan, khususnya terkait keberlangsungan usaha anak dan cucu perseroan. Ihwal Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pun menjadi pertimbanganlain salam proses merger.

Baca juga: Erick Thohir Bongkar Ada 159 Kasus Korupsi, 27 BUMN Gandeng KPK

Senada, pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto mencatat, langkah transformasi perseroan pelat merah itu untuk meningkatkan value creation Pelindo group. Sumber penciptaan nilai bisa di dihasilkan dari efisiensi biaya dari masing-masing perseroan.

Hal ini diharapkan bisa mengurangi biaya logistik secara nasional. Bahkan dengan merger, memungkinkan adanya potensi produktivitas layanan yang dapat ditingkatkan manajemen.

"Misal dengan layanan kombinasi produk yang bisa di bundling serta spesialisasi di masing-masing legacy. Misal ada yang fokus di peti kemas, car terminal atau passenger terminal, serta fokus sebagai hub pelabuhan ekspor," ujar Toto saat dihubungi MNC Portal Indonesia.

Baca juga: Awal Tahun, Nilai Ekspor Sulsel Capai Rp1,05 Triliun

Manfaat lainnya merger adalah customer atau pelanggan di sektor pelayaran. Pelanggan dapat meningkatkan tingkat kepuasan karena layanan satu atap untuk seluruh wilayah kerja pelabuhan di Indonesia. Layanan satu atap akan mempercepat proses dokumen serta kemudahan admin lainnya.

"Peningkatan daya saing BUMN Pelindo group ini sangat penting dalam menghadapi kompetisi dengan negara tetangga yang sudah lebih dulu menjadi hub pelabuhan internasional seperti Singapura. Atau bahkan mulai harus bersaing dengan pengelola pelabuhan raksasa domestik seperti Patimban," kata dia.

Dengan merger Pelindo, nantinya akan ada entitas baru yang meleburkan empat entitas Pelindo yang ada saat ini. Meki begitu, dia mencatat ada tantangannya bagi perseroan. Dimana, tantangannya adalah menajamen bisa melebur dengan mulus sehingga tidak menimbulkan gesekan diantara legacy.

Baca juga: Microsoft Resmi Bangun Data Center di Indonesia, Potensi Serap 60.000 Tenaga Kerja dan Hasilkan Rp88,77 Triliun!

"Makanya pelaksanaan strategi post merger integration jadi penting . Disini perlu difokuskan proses standarisasi atas semua fungsi perusahaan yang ada sehingga tidak menimbulkan gap. Dan perlu new corporate culture yang bisa meleburkan warisan, budaya setiap entitas yang tadinya berdiri terpisah," tutur dia.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
10 Perusahaan Diduga...
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
BUMN Ekspor PT DSI Bakal...
BUMN Ekspor PT DSI Bakal Diisi Pekerja Asing, Ini Tugasnya
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu Picu Kepanikan Petani Sawit, Harga TBS Turun Drastis
Sahroni Minta Polisi...
Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Pungli Pengendara di Jakbar Biar Gak Menjamur!
Gerindra: Diplomasi...
Gerindra: Diplomasi Aktif Prabowo Perkuat Posisi Indonesia di Panggung Global
Shanty Alda Nathalia...
Shanty Alda Nathalia Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Bangsa di Hari Lahir Pancasila
Rekomendasi
Said Iqbal Bakal Dilantik...
Said Iqbal Bakal Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
Timnas Iran Mendarat...
Timnas Iran Mendarat di Meksiko Jelang Piala Dunia 2026, Optimistis Lolos Fase Grup
Berita Terkini
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved