Dana Abadi SWF RI Ditarget Tarik Investasi Awal hingga Rp300 Triliun
Rabu, 03 Maret 2021 - 19:19 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani Indrawati buka-bukaan tentang pembentukan Lembaga Pengelolaan Investasi (LPI) atau dana abadi SWF. Dimana akan mampu menarik investasi hingga Rp300 triliun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati buka-bukaan tentang pembentukan Lembaga Pengelolaan Investasi (LPI) atau dana abadi Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia. Adapun Indonesia Investment Authority (INA) diperkirakan akan mampu menarik investasi hingga Rp300 Triliun.
Baca Juga: Awas Skandal! Pengelolaan SWF Dana Abadi RI Harus Transparan
Menurut Sri Mulyani, dana yang ditarik nanti akan menjadi dana kelolaan INA. Nantinya, dari jumlah tersebut itu, untuk membantu pembangunan di Indonesia dengan porsi 70% untuk investor dan sisanya INA.
"INA 30% dan investor 70% , maka kita berharap INA mampu menarik dana investasi sebesar Rp300 triliun akan bisa jadi partner dari INA," ujarnya dalam acara Webinar Balitbang Kementerian Perhubungan, Rabu (3/3/2021).
Menurut Sri Mulyani, angka Rp300 triliun itu masih bisa tumbuh lagi. Mengingat, angka tersebut merupakan target tahap awal yang masuk konservatif di periode pertama pembentukan INA.
"Ini target konservatif, ini tentu akan lebih tinggi kalau INA sudah matang secara organisasi dan akan meningkat pada tahun-tahun mendatang," ucap Sri Mulyani.
Baca Juga: Awas Skandal! Pengelolaan SWF Dana Abadi RI Harus Transparan
Menurut Sri Mulyani, dana yang ditarik nanti akan menjadi dana kelolaan INA. Nantinya, dari jumlah tersebut itu, untuk membantu pembangunan di Indonesia dengan porsi 70% untuk investor dan sisanya INA.
"INA 30% dan investor 70% , maka kita berharap INA mampu menarik dana investasi sebesar Rp300 triliun akan bisa jadi partner dari INA," ujarnya dalam acara Webinar Balitbang Kementerian Perhubungan, Rabu (3/3/2021).
Menurut Sri Mulyani, angka Rp300 triliun itu masih bisa tumbuh lagi. Mengingat, angka tersebut merupakan target tahap awal yang masuk konservatif di periode pertama pembentukan INA.
"Ini target konservatif, ini tentu akan lebih tinggi kalau INA sudah matang secara organisasi dan akan meningkat pada tahun-tahun mendatang," ucap Sri Mulyani.
Lihat Juga :