TKDN Sektor Tambang Dihadang Sejumlah Tantangan

Rabu, 03 Maret 2021 - 21:21 WIB
loading...
TKDN Sektor Tambang...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus mendorong Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di sektor pertambangan melalui kebijakan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN).

Meski begitu, masih ada sejumlah tantangan dalam peningkatan TKDN di sektor pertambangan, salah satunya masih diperlukan impor untuk barang penunjang pertambangan dalam negeri yang terbatas.

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batu Bara Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sujatmiko mengatakan, Indonesia harus menjadi tuan rumah sendiri khususnya untuk industri mineral dan batu bara.

Baca juga: Gara-Gara Konsumsi Listrik China Turun, Harga Batu Bara Anjlok

Menurut dia, porsi TKDN di sektor tambang sudah mengalami peningkatan, namun tantangan selanjutnya adalah soft study, studi kelayakan atau feasibility study (fs), dan bahan penunjang.

"Pada saat penyediaan bahan-bahan yang menunjang hilirisasi ini menurut saya adalah tantangan baru, bagaimana kita bisa mengikuti dan memberikan dukungan yang semestinya," ujarnya dalam webinar Minerba Talk secara virtual, Rabu (3/3/2021).

Sub Koordinator Bimbingan Pengelolaan Barang Operasi Usaha Batu Bara Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Sinta Amalia mengatakan, tantangan lainnya adalah sulitnya menghitung tingkat kandungan lokal pada setiap pembelian barang perusahaan.

Baca juga: Bedah Habis Teori Kaca Film Bisa Mengirit Energi di Mobil Listrik?

Selain itu, kualitas, kontinuitas, dan harga dari barang modal produksi dalam negeri yang kompetitif perlu ditingkatkan. "Masih kurangnya informasi terkait barang atau produk pendukung usaha pertambangan yang bersertifikasi TKDN," tuturnya.

Dia melanjutkan, kewenangan IUP PMDN yang ditarik ke pusat membuat jumlah perusahaan yang diawasi oleh Ditjen Minerba bertambah. Jumlah IUP PMDN yang sangat banyak menjadi tantangan bagi pemerintah dalam melakukan sosialisasi.

"Kami melakukan pemantauan penggunaan produksi dalam negeri sejak tahap perencanaan hingga pengadaan barang. Dari Ditjen Minerba juga telah membuat aplikasi belanja barang Minepedia yang dapat menjadi jembatan antara vendor atau produsen dalam negeri dan perusahaan tambang," jelasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
Ekspor Sawit hingga...
Ekspor Sawit hingga Batu Bara Harus Lewat BUMN, Prabowo Ingin Selamatkan Rp2.653 Triliun per Tahun
Adopsi Teknologi dan...
Adopsi Teknologi dan AI Jadi Arah Baru Industri Pertambangan
Berantas Mafia Tambang,...
Berantas Mafia Tambang, DPRPT Dorong Izin Tambang Rakyat Diserahkan ke Provinsi
China Revisi Jumlah...
China Revisi Jumlah Korban Tewas Tragedi Tambang Batu Bara, dari 90 Jadi 82 Orang
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rekomendasi
Pasar Modal Dapat Sentimen...
Pasar Modal Dapat Sentimen Positif, BRI Siap Melaju dengan Fundamental Kuat
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Infografis
Penuh Tantangan, Beban...
Penuh Tantangan, Beban Kelas Menengah Kian Berat di 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved