Ini Dia 'Dalil' Pengangkatan Said Aqil Siradj Sebagai Komisaris PT KAI

Rabu, 03 Maret 2021 - 23:44 WIB
loading...
Ini Dia Dalil Pengangkatan...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membeberkan alasan pengangkatan Said Aqil Siradj sebagai komisaris utama (komut) PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebut, pengangkatan Said Aqil didasarkan pada pengalamannya mengelola perusahaan. Said Aqil pernah menjabat sebagai komisaris utama Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia atau Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX). ( Baca juga:Said Aqil Sirodj Jadi Komisaris PT KAI, Andre Rosiade: Kami Awasi Performanya Selama 6 Bulan )

"Jadi Kiai Said Aqil kan juga komut ICDX, komisarisnya (bursa) komoditi dan derivatif. Jadi beliau sudah punya pengalaman yang banyak mengenai pengelolaan bisnis dan sebagai komisaris," ujar dia Rabu (3/3/2021).

Karena pengalaman itu, Said Aqil dinilai mampu menjalankan bisnis perseroan pelat merah ke depannya. Alasan lain bahwa Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu merupakan sosok yang tepat bagi KAI dan BUMN.

Arya menyebut, perseroan membutuhkan sosok yang mampu menaungi manajemen agar dapat memainkan peran BUMN bagi masyarakat.

"Kemudian berikutnya lagi, kita juga memang butuh tokoh umat di KAI dan BUMN sehingga nanti kita akan semakin bantu BUMN-BUMN kita. Kan beliau bisa membangun nilai-nilai kebangsaan di BUMN karena beliau seorang ulama besar juga," kata dia.

Erick Thohir baru saja melakukan perombakan Dewan Komisaris KAI. Dalam susunan terbaru, Said Aqil Siradj diangkat sebagai komisaris utama merangkap sebagai komisaris independen KAI. Keputusan itu Berdasarkan pada Salinan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-64/MBU/03/2021. ( Baca juga:Polri Tetapkan 6 Laskar FPI yang Meninggal Tersangka Kasus Penyerangan )

Selain Said Aqil, Erick juga mengangkat Riza Primadi sebagai komisaris independen, Rochadi sebagai komisaris independen, Diah Natalisa sebagai komisaris, dan Chairul Anwar sebagai komisaris.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1,3 Juta Tiket Kereta...
1,3 Juta Tiket Kereta Ludes Terjual saat Libur Panjang hingga 1 Juni 2026
Penjualan Tiket Kereta...
Penjualan Tiket Kereta di Long Weekend Capai 685.933, Ini 10 Stasiun dengan Keberangkatan Tertinggi
Jaga Resiliensi Pertumbuhan,...
Jaga Resiliensi Pertumbuhan, MDLA Bagikan Dividen dan Tetapkan Susunan Direksi Baru
Rombak Dewan Komisaris...
Rombak Dewan Komisaris dan Direksi, LPCK Perkuat Momentum Pertumbuhan Properti
Gelar RUPST 2026, LPKR...
Gelar RUPST 2026, LPKR Umumkan Susunan Direksi dan Komisaris Baru
Desakan Mundur Dirut...
Desakan Mundur Dirut KAI, Pengamat: Evaluasi Harus Objektif, Bukan Tekanan Politik
KAI Operasikan 39 Trainset...
KAI Operasikan 39 Trainset New Generation
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Dirut KAI Tinjau Pengembangan...
Dirut KAI Tinjau Pengembangan Stasiun Bogor, Siapkan Operasional 12 Kereta Bogor Line
Rekomendasi
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved