Disuntik Investor, Bisnis Kuliner Besutan Diemas Beck Siap Go Internasional
Kamis, 04 Maret 2021 - 19:27 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Salah satu pemain industri makanan siap saji (ready meals) besutan aktor Dimas Back, Laukita milik Umara Group mendapatkan pendanaan dari investor baru, yakni PT Amartha Koru Management (AKM). Pendanaan ini diumumkan seiring peningkatan penjualan produk Laukita sepanjang 2020.
Co-Founder Laukita Dimas Beckmengungkapkan pendanaan tersebut disepakati mengikuti performa bisnis Laukita yang positif meski di tengah pandemi Covid-19. Selama tahun 2020 lalu, penjualan produk Laukita mengalami peningkatan yang signifikan didorong inovasi kuliner dan model bisnis unik yang dikenalkan Laukita kepada publik.
"Kami membuat berbagai inisiatif seperti membentuk timresellertanpa modal, serta membuka peluang sebagaistockistdengan biaya ringan, sehingga mereka dapat lebih mudah memulai berbisnis tanpa harus punya risiko yang tinggi," kata dia melalui keterangan resminya yang diterima SINDOnews, di Jakarta, Kamis (4/3/2021).
Baca Juga: Kisah Sate DJ, Kuliner Favorit Warga Bandung yang Tak Lekang oleh Teknologi
Menurut dia parastockisttidak perlu khawatir soal tren konsumsiready mealsakan tetap bertahan. Pasalnya hasil riset dari Grand View Research menyatakan bahwa pasar makanan siap saji secara global mencatat nilai USD159,15 miliar pada 2019 dan diperkirakan akan terus tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 5,5% dari 2020 hingga 2027.
Co-Founder Laukita Dimas Beckmengungkapkan pendanaan tersebut disepakati mengikuti performa bisnis Laukita yang positif meski di tengah pandemi Covid-19. Selama tahun 2020 lalu, penjualan produk Laukita mengalami peningkatan yang signifikan didorong inovasi kuliner dan model bisnis unik yang dikenalkan Laukita kepada publik.
"Kami membuat berbagai inisiatif seperti membentuk timresellertanpa modal, serta membuka peluang sebagaistockistdengan biaya ringan, sehingga mereka dapat lebih mudah memulai berbisnis tanpa harus punya risiko yang tinggi," kata dia melalui keterangan resminya yang diterima SINDOnews, di Jakarta, Kamis (4/3/2021).
Baca Juga: Kisah Sate DJ, Kuliner Favorit Warga Bandung yang Tak Lekang oleh Teknologi
Menurut dia parastockisttidak perlu khawatir soal tren konsumsiready mealsakan tetap bertahan. Pasalnya hasil riset dari Grand View Research menyatakan bahwa pasar makanan siap saji secara global mencatat nilai USD159,15 miliar pada 2019 dan diperkirakan akan terus tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 5,5% dari 2020 hingga 2027.
Lihat Juga :