Pertamina Sudah 5 Tahun Cermati Industri Baterai Kendaraan Listrik

Kamis, 04 Maret 2021 - 21:01 WIB
loading...
Pertamina Sudah 5 Tahun...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) aktif dalam mengikuti perkembangan teknologi baterai kendaraan listrik sejak 4-5 tahun lalu. Hal ini juga merupakan langkah Pertamina dalam merespons transisi energi.

"Jadi ini bukan hal yang sangat baru bagi Pertamina. Ini bagian kami untuk merespon transisi energi yang menjadi tren global di dunia energi," ujar SVP Strategy & Investment PT Pertamina (Persero) Daniel S. Purba dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (4/3/2021).

Baca juga: Energi Terbarukan Penting untuk Atasi Tiga Krisis

Daniel menuturkan, Pertamina harus bisa mengikuti dan mencermati arah industri energi ini berkembang. Perusahaan sudah memetakan dan memasukkan peluang terkait pengembangan bisnis baterai kendaraan listrik ke dalam master plan.

"Jadi Pertamina menggabungkan ini supaya kami sebagai perusahaan energi bisa tetap sustain kalau nanti semua kendaraan sudah beralih ke baterai listrik dan tidak lagi menggunakan bahan bakar minyak," ungkapnya.

Baca juga: Begini Persiapan RI Bangun Industri Baterai Kendaraan Listrik

Dalam proses rantai pasok pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik, BUMN akan menjalankan tujuh tahapan penting, yakni mining, refining, precursor plant, cathode plant, battery cell, battery pack, dan recycling.

Pertamina akan bergerak pada empat lini tengah yakni, precursor, cathode, battery cell, dan battery pack. Sementara pada tahap recycling, Pertamina akan bersinergi dengan PLN. Adapun di hulu, akan menjadi lingkup kerja PT Antam bersama Inalum. "Kompetensi kami akan aktif di 4 bagian dari rantai pasok ekosistem baterai kendaraan listrik," pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
Pertamina Hulu Rokan...
Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
Rekomendasi
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
5 Ayat Al Quran dan...
5 Ayat Al Quran dan Hadis tentang Kiamat Sudah Dekat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved