China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Sabtu, 06 Maret 2021 - 09:56 WIB
loading...
A
A
A
"Konsensus untuk tahun ini sekitar 8%-9% tapi ini berasal dari basis rendah. Fokusnya masih pada kualitas versus kuantitas pertumbuhan," kata Catherine Yeung, direktur investasi di Fidelity International di Hong Kong.
Dalam catatan analis, Bruce Pang dari bank investasi China Renaissance mengatakan target yang lebih fleksibel meninggalkan beberapa ruang untuk reformasi struktural dan transisi ke ekonomi yang lebih matang.
Baca Juga: Bikin Iri, Ekonomi China Diperkirakan Meroket 7,9 Persen
PM Li Keqiang juga menetapkan target tingkat pengangguran perkotaan sekitar 5,5%, dengan target lebih dari 11 juta lapangan pekerjaan perkotaan baru, naik dari sembilan juta tahun lalu. Ditetapkan juga target defisit anggaran sekitar 3,2% dari produk domestik bruto.
Namun, kementerian keuangan menyatakan keprihatinannya terhadap keadaan anggaran pemerintah. "Prospek pendapatan dan pengeluaran pemerintah pada tahun 2021 tampak cukup berat, dengan kesulitan yang lebih besar dalam menyeimbangkan anggaran dan risiko di bidang-bidang utama seperti utang yang tidak dapat diabaikan," katanya dalam laporan yang dirilis pada awal pertemuan.
Dalam catatan analis, Bruce Pang dari bank investasi China Renaissance mengatakan target yang lebih fleksibel meninggalkan beberapa ruang untuk reformasi struktural dan transisi ke ekonomi yang lebih matang.
Baca Juga: Bikin Iri, Ekonomi China Diperkirakan Meroket 7,9 Persen
PM Li Keqiang juga menetapkan target tingkat pengangguran perkotaan sekitar 5,5%, dengan target lebih dari 11 juta lapangan pekerjaan perkotaan baru, naik dari sembilan juta tahun lalu. Ditetapkan juga target defisit anggaran sekitar 3,2% dari produk domestik bruto.
Namun, kementerian keuangan menyatakan keprihatinannya terhadap keadaan anggaran pemerintah. "Prospek pendapatan dan pengeluaran pemerintah pada tahun 2021 tampak cukup berat, dengan kesulitan yang lebih besar dalam menyeimbangkan anggaran dan risiko di bidang-bidang utama seperti utang yang tidak dapat diabaikan," katanya dalam laporan yang dirilis pada awal pertemuan.
(akr)
Lihat Juga :