Pekan Depan Saham Rugi Apa Cuan? Simak Prediksinya
Senin, 08 Maret 2021 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Turunnya Yield US Treasury di akhir pekan dari level tertinggi di tambah harapan segera di sahkannya paket Stimulus fiskal jumbo USA membuat pasar saham di perkirakan akan menguat di awal pekan ini. Tetapi bila Yield US Treasury naik lagi dikhawatirkan pasar akan kembali terkoreksi.
Sentimen selanjutnya adanya kenaikan suku bunga acuan memicu kekhawatiran bahwa perusahaan teknologi yang berorientasi pada pertumbuhan akan mengalami gangguan. Sektor teknologi tahun lalu memimpin reli pasar, mungkin akan kesulitan memenuhi ekspektasi pertumbuhan jika biaya pinjaman mengalami kenaikan.
"Investor terlihat beralih ke saham yang dipandang berpotensi mendapatkan keuntungan dari pemulihan ekonomi, setelah peluncuran vaksinasi Covid-19 dan program vaksin di Amerika Serikat yang cukup sukses. Selain itu potensi di sahkannya paket stimulus fiskal Jumbo Amerika Serikat juga mendorong potensi pemulihan ekonomi lebih kuat dan naiknya Yield US Treasury," kata dia.
Selain itu, Senat Amerika juga akan mulai membahas paket bantuan virus Covid-19 senilai 1,9 triliun dolar AS yang diusulkan Presiden Joe Biden. Senat menyetujui untuk menghapus pembayaran secara bertahap kepada warga Amerika yang berpenghasilan lebih tinggi. Nampaknya perdebatan tentang paket stimulus jumbo ini di Senat mulai berkurang.
Baca Juga: Mingintip Fakta Pergerakan IHSG Cuan Sepekan
Sentimen selanjutnya adanya kenaikan suku bunga acuan memicu kekhawatiran bahwa perusahaan teknologi yang berorientasi pada pertumbuhan akan mengalami gangguan. Sektor teknologi tahun lalu memimpin reli pasar, mungkin akan kesulitan memenuhi ekspektasi pertumbuhan jika biaya pinjaman mengalami kenaikan.
"Investor terlihat beralih ke saham yang dipandang berpotensi mendapatkan keuntungan dari pemulihan ekonomi, setelah peluncuran vaksinasi Covid-19 dan program vaksin di Amerika Serikat yang cukup sukses. Selain itu potensi di sahkannya paket stimulus fiskal Jumbo Amerika Serikat juga mendorong potensi pemulihan ekonomi lebih kuat dan naiknya Yield US Treasury," kata dia.
Selain itu, Senat Amerika juga akan mulai membahas paket bantuan virus Covid-19 senilai 1,9 triliun dolar AS yang diusulkan Presiden Joe Biden. Senat menyetujui untuk menghapus pembayaran secara bertahap kepada warga Amerika yang berpenghasilan lebih tinggi. Nampaknya perdebatan tentang paket stimulus jumbo ini di Senat mulai berkurang.
Baca Juga: Mingintip Fakta Pergerakan IHSG Cuan Sepekan
Lihat Juga :