Petani di Salatiga Makin Paham Pentingnya Asuransi Usaha Tani Padi
Senin, 08 Maret 2021 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy menambahkan, berdasarkan besaran biaya input usaha tani padi sebesar Rp6 juta per hektar per musim tanam, yaitu sebesar Rp180 ribu per hektar per musim tanam.
"Bantuan pemerintah saat ini sebesar 80 persen sebesar Rp144 ribu per hektar per musim tanam, dan saat ini petani hanya membayar premi swadaya 20 persen proporsional, sebesar Rp36 ribu per hektar per musim tanam," katanya.
Kelompok tani membayar premi swadaya sebesar 20 persen proporsional sesuai luas area yang diasuransikan. Bukti transfernya akan diperoleh, untuk kemudian diserahkan kepada petugas asuransi yang akan mengeluarkan bukti asli pembayaran premi swadaya dan sertifikat asuransi kepada kelompok tani.
“Petani cukup mendaftarkan sawahnya saja sebelum masa tanam. Tapi asuransi ini khusus untuk petani yang menanam padi,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Salatiga Nunuk Dartini mengatakan, dari alokasi anggaran AUTP 2021 terbagi untuk pelaku usaha tanaman pangan, peternakan, dan perikanan.
"Kami sudah melaksanakan program itu meski belum 100 persen. Untuk petani baru 40 persen, terus perikanan sudah 60-70 persen lalu sisanya peternakan. Tetapi itu belum 100 persen semua," ujarnya.
"Bantuan pemerintah saat ini sebesar 80 persen sebesar Rp144 ribu per hektar per musim tanam, dan saat ini petani hanya membayar premi swadaya 20 persen proporsional, sebesar Rp36 ribu per hektar per musim tanam," katanya.
Kelompok tani membayar premi swadaya sebesar 20 persen proporsional sesuai luas area yang diasuransikan. Bukti transfernya akan diperoleh, untuk kemudian diserahkan kepada petugas asuransi yang akan mengeluarkan bukti asli pembayaran premi swadaya dan sertifikat asuransi kepada kelompok tani.
“Petani cukup mendaftarkan sawahnya saja sebelum masa tanam. Tapi asuransi ini khusus untuk petani yang menanam padi,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Salatiga Nunuk Dartini mengatakan, dari alokasi anggaran AUTP 2021 terbagi untuk pelaku usaha tanaman pangan, peternakan, dan perikanan.
"Kami sudah melaksanakan program itu meski belum 100 persen. Untuk petani baru 40 persen, terus perikanan sudah 60-70 persen lalu sisanya peternakan. Tetapi itu belum 100 persen semua," ujarnya.
Lihat Juga :