Di Tengah Pandemi, Laba Bersih Arwana Tumbuh 49,9% di 2020
Senin, 08 Maret 2021 - 16:45 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Demi Nama Baik, Jokowi Disarankan Pecat Moeldoko Secara Tidak Hormat
Selain itu, biaya operasional juga dibukukan lebih efisien terutama biaya penjualan yang turun sekitar 5% secara unit cost atau turun sekitar Rp200 per m². Hal ini dimungkinkan karena biaya pengiriman di regional Sumatera yang turun karena kebutuhan keramik untuk regional Sumatera dipenuhi dengan produksi Plant IV B yang mulai beroperasi di semester II/2019.
"Dari segi efisiensi, kontribusi terbesarnya adalah di konsumsi gas dari segi cost biaya produksi di 30% dan memberikan kontribusi penghematan sekitar Rp27 miliar," ucapnya.
Selain itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang digelar hari ini diputuskan bahwa di tahun ini ARNA akan membayar dividen per saham dengan nilai Rp30 per saham atau mendekati sekitar 67% daripada total laba bersih tahun 2020.
Selain itu, biaya operasional juga dibukukan lebih efisien terutama biaya penjualan yang turun sekitar 5% secara unit cost atau turun sekitar Rp200 per m². Hal ini dimungkinkan karena biaya pengiriman di regional Sumatera yang turun karena kebutuhan keramik untuk regional Sumatera dipenuhi dengan produksi Plant IV B yang mulai beroperasi di semester II/2019.
"Dari segi efisiensi, kontribusi terbesarnya adalah di konsumsi gas dari segi cost biaya produksi di 30% dan memberikan kontribusi penghematan sekitar Rp27 miliar," ucapnya.
Selain itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang digelar hari ini diputuskan bahwa di tahun ini ARNA akan membayar dividen per saham dengan nilai Rp30 per saham atau mendekati sekitar 67% daripada total laba bersih tahun 2020.
(fai)
Lihat Juga :