Resmi Diluncurkan, tularnalar.id Ajak Lawan Hoax dengan Berpikir Kritis
Senin, 08 Maret 2021 - 19:10 WIB
loading...
A
A
A
Terlebih di masa pandemi ini, dunia digital juga dipenuhi dengan misinformasi dan disinformasi yang berkaitan dengan dunia kesehatan, pandemi, bahkan pandangan-pandangan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan cenderung menyesatkan.
Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Samuel A. Pangerapan, mengapresiasi kehadiran situs tularnalar.id yang dapat membantu pemerintah dalam menanggulangi misinformasi dan disinformasi. Kementerian Kominfo mencatat, sejak Januari 2020 hingga Januari 2021 terdapat sekitar 1.500 hoax tentang Covid-19 yang tentunya dapat merugikan masyarakat.
Baca juga: Kasus COVID-19 Bertambah 6.894, DKI Jakarta dan Jabar Tertinggi
"Oleh karena itu, kami mendukung dengan adanya platform tularnalar.id. Semoga platform pembelajaran yang bertujuan sebagai sarana edukasi dalam pembekalan keterampilan berfikir kritis ini dapat menciptakan masyarakat yang Tahu, Tanggal dan Tangguh terhadap Hoax,” kata Samuel dalam keterangannya, dikutip Senin (8/3/2021).
Head of Public Affairs Southeast Asia Google, Ryan Rahardjo mengungkapkan, pihaknya memberikan hibah untuk Maarif Institute bekerjasama dengan Mafindo sebagai upaya berkelanjutan untuk mendukung organisasi-organisasi yang membantu masyarakat Indonesia dalam melawan misinformasi dan disinformasi khususnya terkait vaksin Covid-19. "Memerangi misinformasi dan disinformasi daring terus menjadi tantangan penting dan prioritas utama bagi Google," tukasnya.
Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Samuel A. Pangerapan, mengapresiasi kehadiran situs tularnalar.id yang dapat membantu pemerintah dalam menanggulangi misinformasi dan disinformasi. Kementerian Kominfo mencatat, sejak Januari 2020 hingga Januari 2021 terdapat sekitar 1.500 hoax tentang Covid-19 yang tentunya dapat merugikan masyarakat.
Baca juga: Kasus COVID-19 Bertambah 6.894, DKI Jakarta dan Jabar Tertinggi
"Oleh karena itu, kami mendukung dengan adanya platform tularnalar.id. Semoga platform pembelajaran yang bertujuan sebagai sarana edukasi dalam pembekalan keterampilan berfikir kritis ini dapat menciptakan masyarakat yang Tahu, Tanggal dan Tangguh terhadap Hoax,” kata Samuel dalam keterangannya, dikutip Senin (8/3/2021).
Head of Public Affairs Southeast Asia Google, Ryan Rahardjo mengungkapkan, pihaknya memberikan hibah untuk Maarif Institute bekerjasama dengan Mafindo sebagai upaya berkelanjutan untuk mendukung organisasi-organisasi yang membantu masyarakat Indonesia dalam melawan misinformasi dan disinformasi khususnya terkait vaksin Covid-19. "Memerangi misinformasi dan disinformasi daring terus menjadi tantangan penting dan prioritas utama bagi Google," tukasnya.
Lihat Juga :