Indonesia Tawarkan Digital Ekonomi Saat Bosphorus Summit di Turki

Selasa, 09 Maret 2021 - 18:29 WIB
loading...
Indonesia Tawarkan Digital...
Duta Besar Indonesia untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan Indonesia melihat bahwa ekonomi digital dapat menjadi salah satu jalan keluar dari kemandekan ekonomi global akibat wabah Covid-19. Foto/Dok
A A A
ISTANBUL - Indonesia melihat bahwa ekonomi digital dapat menjadi salah satu jalan keluar dari kemandekan ekonomi global akibat wabah Covid-19. Hal ini disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Turki , Lalu Muhamad Iqbal, saat menjadi pembicara di Bosphorus Summit di Istanbul, 8-9 Maret 2021.

Baca Juga: Luhut Sebut Kinerja Ekonomi Digital Indonesia Masih Keok oleh Vietnam

Karena itu, Pemerintah Indonesia terus mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi digital, bahkan sebelum 2020. Selain Dubes Indonesia, tiga Dubes lainnya yang menjadi pembicara dalam sesi khusus mengenai 'Kerjasama Internasional di Era Ketidakpastian' adalah Dubes India, Dubes Perancis dan Dubes Inggris untuk Turki.

Lebih jauh Dubes Iqbal mengatakan, bahwa wabah Covid-19 menciptakan dua kecenderungan yang berlawanan. Disatu sisi menciptakan kebutuhan Kerjasama internasional yang lebih kuat, namun di sisi lain negara-negara semakin menutup diri.

“Ekonomi digital dapat menjadi solusi. Karena ekonomi digital bersifat lintas batas dan tidak terhalang oleh jarak serta sektor. Bila berkembang dalam ekosistem yang baik, ekonomi digital dapat menciptakan digital spill over ke sektor ekonomi non-digital," ujar Dubes Iqbal.

Menurut Oxford Economic, nilai ekonomi digital dunia pada tahun 2016 sebesar USD11 triliun dan pada tahun 2025 akan menjadi USD23 triliun. Tahun ini diperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia saja bisa mencapai USD40 miliar.

"Di Turki nilai ekonomi digital mendekati USD15 miliar dan ditargetkan mencapai USD30 miliar pada tahun 2023. Karena itu, baru-baru ini Indonesia dan Turki sudah mulai mendorong ke arah kerjasama ekonomi digital," imbuh Iqbal.

Baca Juga: Melihat Keunikan Pasar Jalanan di Dunia, yang Tertua Ada di Turki

Bosphorus Summit adalah forum strategis di Kawasan Balkan yang diselenggarakan setiap tahun di Istanbul, Turki. Forum tersebut dihadiri oleh para CEO, pembuat kebijakan, politisi, akademisi, wartawan senior serta aktivis sosial dan LSM dari negara-negara di Kawasan Balkan.

Bosphorus Summit edisi ke-11 ini adalah forum strategis skala internasional pertama yang diselenggarakan di Turki sejak terjadinya wabah Covid-19 tahun lalu. KBRI Ankara menjadi mitra strategis dalam Bhosporus Summit kali ini.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Jembatan Brand dan Konsumen...
Jembatan Brand dan Konsumen di Era Digital, Belicept Hadir sebagai Official Collaboration Store
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Rekomendasi
Solusi Tepat Menghadapi...
Solusi Tepat Menghadapi Situasi Mendadak dalam Perjalanan Bisnis
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Masih Dibuka hingga 11 Juni, Simak Jadwal Lengkapnya
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved