Luhut Sebut Kinerja Ekonomi Digital Indonesia Masih Keok oleh Vietnam

loading...
Luhut Sebut Kinerja Ekonomi Digital Indonesia Masih Keok oleh Vietnam
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa sektor ekonomi digital tumbuh subur bisnisnya di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Akan tetapi, meski tumbuh, kinerjanya masih kalah dari Vietnam .

Menurutnya, sektor ekonomi digital di Asia Tenggara pada 2020 dapat tumbuh sebanyak 5%. Total gross merchandise value, alias nilai pembelian dari pengguna mencapai USD105 miliar atau sekitar Rp1.470 triliun (kurs Rp 14.000). ( Baca juga:Berkat Luhut, Aceh Bakal Kebanjiran Turis Arab )

"Jadi memang banyak sektor ekonomi kesulitan beradaptasi di tengah pandemi. Tapi di sisi lain sektor ekonomi digital sedang mendapatkan keuntungan dari perubahan ini. Di Asia Tenggara ekonomi digital berkembang dengan nilai gross merchandise value USD 105 miliar, naik 5% selama pandemi," ujar dia dalam webinar bersama Bukalapak secara daring, Senin (8/3/2021).

Kemudian, kata dia, ekonomi digital di Indonesia tumbuh hingga menembus dua digit atau sekitar 11%. Tapi pertumbuhan ini masih kalah dengan Vietnam yang ekonomi digitalnya tumbuh hingga 16%.

"Ekonomi digital kita (Indonesia), berkembang dengan pesat. Bahkan sampai dua digit, 11%, di atas Singapura dan Malaysia. Tapi masih kalah cuma sama Vietnam dia 16%," ungkap dia.



Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan transformasi digital adalah kunci untuk bertahan di era pandemi. Dia ingin pandemi dijadikan momentum percepatan transformasi digital di Indonesia. ( Baca juga:Dikabarkan Tidak Laku, Ford Suntik Mati Mustang Ecoboost )

“Kita juga harus gunakan momentum pandemi ini untuk mendorong percepatan transformasi digital. Mulai dari digital government, digital economy, sampai dengan digital Society, dan digital infrastruktur,” katanya dalam acara Devcon21.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top