Sempat Terlindas Pandemi, Ini Pendorong Pulihnya Industri Asuransi Jiwa Indonesia

Rabu, 10 Maret 2021 - 03:46 WIB
loading...
Sempat Terlindas Pandemi,...
Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan mengatakan, bahwa ada beberapa poin penting yang mendorong kinerja positif industri asuransi jiwa. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Industri asuransi jiwa Indonesia mulai berangsur pulih, meski sebelumnya sempat terdampak oleh pandemi Covid-19. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) optimis, bahwa industri akan tumbuh lebih baik tahun ini meski perekonomian belum sepenuhnya pulih seperti sebelum pandemi.

Baca Juga: Tren Pembayaran Klaim Nasabah Asuransi Jiwa Meningkat di Kuartal IV 2020

Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan mengatakan, bahwa ada beberapa poin penting yang mendorong kinerja positif industri asuransi jiwa. Pertama adalah kolaborasi dan memperkuat kanal distribusi.

"Dalam memenuhi kebutuhan calon nasabah dalam membeli produk asuransi , selain menerapkan relaksasi pemasaran dan penjualan PAYDI, industri asuransi jiwa meningkatkan kolaborasi dengan pihak-pihak dalam ekosistem industri asuransi jiwa serta memperkuat kanal-kanal distribusi untuk menjangkau nasabah, salah satunya adalah bancassurance," ujar Fauzi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa(9/3).

Data AAJI menunjukkan bahwa total pendapatan premi baru melalui saluran bancassurance meningkat dari Rp63,45 triliun di Kuartal IV (Q4) tahun 2019 menjadi Rp70,89 triliun di Q4 tahun 2020.

"Untuk kanal agensi, data AAJI menunjukan total pendapatan premi baru dari saluran agensi mencatat Rp37,04 triliun pada Q4 tahun 2019 dan Rp25,15 triliun pada Q4 tahun 2020 sebagai dampak dari pandemi Covid-19," tambah Fauzi.

Sementara itu, saluran alternatif mencatat total pendapatan premi baru sebesar Rp25,44 triliun di Q4 tahun 2019 menjadi Rp18,71 triliun di Q4 tahun 2020.

"Kami juga berorientasi kepada nasabah. Industri asuransi jiwa berusaha secara konsisten memenuhi kebutuhan masyarakat akan perlindungan asuransi, ditengah tantangan akibat pandemi Covid-19," ungkapnya.

Baca Juga: Dear Bunda.. Siapkan Masa Depan Finansialmu bersama Hario Sejahtera, Unduh Hario Asuransi Online!

Dari aspek produk, terdapat penurunan baik pada produk tradisional dan unit link. Persentase penurunan unit link tercatat lebih rendah dibandingkan produk tradisional, dimana total pendapatan premi baru dari unit link bernilai Rp70,27 triliun di Q4 2019 menjadi Rp67,28 triliun di Q4 2020.

"Sementara itu, untuk total pendapatan premi baru dari produk tradisional, tercatat sebesar Rp55,66 triliun di Q4 2019 dan menjadi Rp Rp47,48 triliun di Q4 2020," tandasnya.

Adapun faktor-faktor lain yang mendorong perbaikan kinerja industri asuransi jiwa adalah perekonomian yang membaik karena program PEN, vaksinasi Covid-19, langkah adaptif industri untuk memanfaatkan teknologi, kesadaran masyarakat akan perlindungan asuransi jiwa yang meningkat, dan konsistensi melakukan edukasi inklusi keuangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
JRP Insurance Hadir...
JRP Insurance Hadir di Jakarta Fair 2026, Jamin Perlindungan Asuransi bagi Pengunjung
Gandeng Induk Usaha,...
Gandeng Induk Usaha, BRI Life Perluas Aksesibilitas Produk Asuransi Kesehatan yang Inklusif
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
Manulife Indonesia Cetak...
Manulife Indonesia Cetak Laba Rp1,28 Triliun Sepanjang 2025, Unit Syariah Rp17,37 M
Perkuat Pembangunan...
Perkuat Pembangunan Daerah, Askrindo Jalin Sinergi Strategis dengan Kabupaten Soppeng
Saat Kerja Keras dan...
Saat Kerja Keras dan Dedikasi Mendapat Penghargaan
FIFGROUP Pamer Gedung...
FIFGROUP Pamer Gedung Mewah dan Atap Listrik Matahari!
Rekomendasi
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek...
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek Siapkan Kelompok Kerja Percepat Kebijakan Strategis
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
Tantri Kotak Siap Tempuh...
Tantri Kotak Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Ditipu Miliaran Rupiah
Berita Terkini
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved