Kritik Pedas Indef: Impor Beras Bikin Petani Semakin Miskin!

Rabu, 10 Maret 2021 - 15:07 WIB
loading...
Kritik Pedas Indef:...
Kesejahteraan petani dinilai makin terancam dengan langkah impor beras yang dipilih pemerintah. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Institute for Development on Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan bahwa impor beras yang akan dilakukan oleh pemerintah membuat para petani semakin miskin.

Baca Juga: Mafia Impor Diduga Incar Cuan Rp3 Triliun di Balik Kebijakan Impor Beras

"Kita enggak tahu ada mafia pangan atau apa, tapi kalau barangnya impor pasti ada yang diuntungkan. Saya tidak mau menuduh, tapi pasti ada yang diuntungkan dari hal ini. Seharusnya yang diuntungkan para petani," katanya kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (10/3/2021).

Menurutnya dampak importasi kepada para petani sangat besar. Sebab para petani akan terpaksa menjual gabah dan berasnya dengan harga yang murah.

"Hal ini dampaknya kepada kemiskinan akan makin tinggi, karena petani kita kan rata-rata tanaman pangan. Jadi bukan tambah baik, malah tambah buruk," terangnya.

Baca Juga: Tercecer Jauh di Belakang Quartararo, Valentino Rossi: Keduanya Buruk!

Ia menambahkan, dengan importasi ini, para petani kemungkinan juga akan bergeser mencari pekerjaan baru. Karena setiap musim panen mereka selalu merugi.

"Pemerintah sebenarnya harus bisa mencegah hal ini, karena jika tidak kemiskinan akan semakin tinggi di wilayah pedesaan. buat dana apa ada perlindungan sosial jika impor membuat kesejahteraan petani semakin turun. Buat apa ada program PEN kalo dari sisi ini tidak bisa dilindungi," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Tingkatkan Produktivitas,...
Tingkatkan Produktivitas, Syngenta Bekali Petani Hortikultura dengan Buku Pintar
Bagian dari Negosiasi...
Bagian dari Negosiasi Tarif Trump, Indonesia Bakal Impor Beras AS 1.000 Ton
Prabowo dan Menteri...
Prabowo dan Menteri Trenggono Bahas Kampung Nelayan, Progres Capai 50%
Membaca Strategi Pemerintah...
Membaca Strategi Pemerintah dalam Mengurai Simpul Kemiskinan
Politeknik STIA LAN...
Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar ICoGPASS, Konferensi Internasional untuk Entaskan Kemiskinan
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Polinema Bantu Petani-UMKM...
Polinema Bantu Petani-UMKM Melon Blitar Go Digital dan Hemat Energi
Rekomendasi
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Berita Terkini
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Infografis
3 Produsen Oplos 5 Merek...
3 Produsen Oplos 5 Merek Beras Premium, Ini Nama-namanya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved