Waduh! Terungkap Harga Cabai Mahal karena Kena Penyakit
Senin, 15 Maret 2021 - 05:19 WIB
loading...
Terungkap penyebab harga cabai melonjak tinggi. Sebagai informasi, harga cabai rawit merah masih melambung tinggi menyentuh angka Rp120.000 per kilogram (Kg). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan, penyebab harga cabai melonjak tinggi. Sebagai informasi, harga cabai rawit merah masih melambung tinggi menyentuh angka Rp120.000 per kilogram (Kg). Harga tersebut menurun dari hari sebelumnya yang mencapai Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram
Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto mengatakan, harga cabai rawit mahal dikarenakan banyak yang terkena penyakit sehingga produktivitas terganggu. "Karena harga cabai masih tinggi di sentra-sentra cabai dan banyak cabai kena penyakit antraknose dan layu fusarium," kata Prihasto saat dihubungi SINDOnews di Jakarta.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Impor Masih Ditahan
Lebih lanjut Ia menerangkan, bakal menggelar operasi pasar agar harga cabai rawit kembali normal. Serta diyakini harga cabai bisa normal kembali pada bulan April. "Sudah dilakukan gerdal pengendalian OPT. Mudah-mudahan April harga cabai rawit normal," jelasnya.
Sebagai informasi, Kementerian Pertanian terus melalukan berbagai upaya untuk menjamin ketersediaan komoditas strategis termasuk cabai rawit. Sebelumnya Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto memastikan tidak ada impor untuk merespon kenaikan harga cabai yang terjadi dua bulan terakhir.
Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto mengatakan, harga cabai rawit mahal dikarenakan banyak yang terkena penyakit sehingga produktivitas terganggu. "Karena harga cabai masih tinggi di sentra-sentra cabai dan banyak cabai kena penyakit antraknose dan layu fusarium," kata Prihasto saat dihubungi SINDOnews di Jakarta.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Impor Masih Ditahan
Lebih lanjut Ia menerangkan, bakal menggelar operasi pasar agar harga cabai rawit kembali normal. Serta diyakini harga cabai bisa normal kembali pada bulan April. "Sudah dilakukan gerdal pengendalian OPT. Mudah-mudahan April harga cabai rawit normal," jelasnya.
Sebagai informasi, Kementerian Pertanian terus melalukan berbagai upaya untuk menjamin ketersediaan komoditas strategis termasuk cabai rawit. Sebelumnya Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto memastikan tidak ada impor untuk merespon kenaikan harga cabai yang terjadi dua bulan terakhir.
Lihat Juga :