Harga Obat dan Vitamin Melonjak, Tapi Ada Perusahaan Farmasi yang Malah Rugi

Selasa, 19 Mei 2020 - 14:46 WIB
loading...
A A A
Untuk pasar ekspor, produk over the counter (OTC), yakni obat tanpa resep, masih jadi andalan. Ekspor OTC Indofarma kuartal I 2020 tercatat sebesar Rp 5,09 miliar, melonjak 198,88%, dibanding kuartal I 2019 yang sebesar Rp 1,7 miliar.

Meski demikian, kinerja penjualan yang positif ini tidak diimbangi dengan performa beban pokok penjualan. Sepanjang kuartal I 2020, beban pokok penjualan Indofarma tercatat sebesar Rp 119,51 miliar, naik 37,3%. Akibatnya, perusahan farmasi dengan kode emiten INAF ini pun mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 21,42 miliar. Meski demikian, rugi bersih Indofarma ini lebih rendah 1,57% dibanding rugi bersih kuartal I 2019.

Untuk mengatasi kerugaian ini, ada perubahan besar yang akan dilakukan Indofarma. Tahun ini, perseroan akan mengubah portofolio bisnis, menjadi produsen alat kesehatan. Saat ini kontribusi bisnis perseroan sebesar 85% masih didominasi bisnis farmasi, sementara alat kesehatan baru mencapai 15%. Baca juga: Erick: BUMN Farmasi Siap Pasok 4,7 Juta Masker

Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, David Hidayat , juga memprediksi tahun ini penjualan produk dari Sido Muncul stagnan. Meski demikian, David masih berharap laba bersih tidak ikut tertekan selama masa pandemi ini.

Sepanjang Kuartal I 2020, mencatatkan penjualan bersih Rp 730,72 miliar di kuartal I-2020, naik tipis 2,39% dibanding periode yang sama tahun 2019. Kenaikan penjualan ini berimbas pada laba yang dibukukan perusahaan, menjadi Rp231,53 miliar naik 10,85% dari semula Rp208,87 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Produk jamu dan suplemen menjadi penopang pendapatan perseroan yakni 68,45%. Disusul oleh produk dari segmen makanan dan minuman sebesar 27,06%. Sementara produk farmasi hanya mampu berkontribusi sebesar 4,49% dari total omset.

David Hidayat mengatakan di pasar domestik saat ini perusahaan mengejar produksi untuk memenuhi permintaan produk yang dibutuhkan semasa pandemi Covid-19. Adapun produk-produknya seperti Vit C-1000, suplemen herbal, Kopi Jahe, dan Susu Jahe. "Tren penjualan produk-produk ini sangat bagus peningkatannya, ada yang dua hingga tiga kali lipat," ujar David. Sementara untuk produk andalan Tolak Angin, Sido Muncul sudah memperbesar kapasitas produksi, mengantisiapsi jika ada permintaan yang meningkat.
(eko)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Dexa Siap Bawa OMAI...
Dexa Siap Bawa OMAI Fitofarmaka ke Pasar Global Obat Herbal
Kembangkan Pil GLP-1,...
Kembangkan Pil GLP-1, Novo Nordisk Perkuat Dominasi di Pasar Terapi Obesitas
Geopolitik Global Bergejolak,...
Geopolitik Global Bergejolak, GP Farmasi Indonesia Perkuat Ketahanan Industri Farmasi
Strategi Bayern dalam...
Strategi Bayern dalam Dorong Pertumbuhan Bisnis Farmasi dan Sains di Masa Depan
Meningkatkan Pelayanan...
Meningkatkan Pelayanan Penanganan Diabetes Melitus Tipe 2 lewat Terapi Pengobatan Inovatif
Jaga Stabilitas Harga...
Jaga Stabilitas Harga Obat Nasional, Kepala BPOM Raih Penghargaan
Polisi Tidak Temukan...
Polisi Tidak Temukan Bom di Gedung Farmasi Tangsel yang Meledak
Komitmen Bebio, Fokus...
Komitmen Bebio, Fokus Menghadirkan Produk Berkualitas dan Aman
Rekomendasi
6 Pemakaman Artis Paling...
6 Pemakaman Artis Paling Mewah di Dunia, Ada yang Menghabiskan Rp16 Miliar
Bakal Hadiri Prosesi...
Bakal Hadiri Prosesi Pemakaman Ayatulloh Khamenei, Ketua MPR: Saya Diutus Presiden
Tanda Allah Menutup...
Tanda Allah Menutup Aib Seseorang, Ini Pesan Mendalam Habib Umar bin Hafizh
Berita Terkini
Harga Emas Dunia Mendadak...
Harga Emas Dunia Mendadak Ambles Hari Ini! Investor Ramai-ramai Putar Haluan
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved