FSRU Jawa Satu Dukung Pasokan Energi di Jamali Makin Tangguh
Rabu, 17 Maret 2021 - 12:27 WIB
loading...
A
A
A
Listrik yang dibangkitkan PLTGU Jawa Satu ini akan dikirimkan melalui saluran transmisi 500 kV ke gardu induk PLN di Kecamatan Cibatu Dua, Kabupaten Bekasi. Hingga saat ini progress konstruksi pembangkit berjalan sesuai jadwal. Hingga saat ini, kemajuan telah mencapai sekitar 88%. Adapun target COD (Commercial Operation Date) PLTGU Jawa 1 pada 15 Desember 2021.
Proyek senilai US$ 1,6 miliar ini merupakan bagian dari proyek 35 giga watt (GW) yang dicanangkan pemerintah. Pembangkit listrik dengan turbin ganda ini disebut bakal menjadi pembangkit combine cycle single shaft block terbesar di Asia Tenggara. Selain pembangunan PLTU, proyek ini juga, lanjut Dicky diintegrasikan dengan unit regasifikasi dan penyimpanan gas terapung (Floating Storage and Regasification Unit/ FSRU), pipa gas antara PLTGU dengan FSRU dan jalur transmisi yang menyambungkan PLTGU dengan titik interkoneksi.
Baca Juga: 85% Tenaga Kerja Operator di Tangguh LNG Berasal dari Papua, Kata Menteri Arifin Loh
Capaian proyek FSRU kini lebih maju dibandingkan proyek PLTGU. Hingga saat ini kemajuan proyek FSRU telah mencapai 96 persen. Saat ini tengah dilakukan uji ketahanan di perairan (sea trial) dari FSRU tersebut. FSRU Jawa 1 ini memiliki empat kargo LNG dengan total kapasitas 170.150 m3 dan memiliki empat train regasifikasi dengan kapasitas masing-masing sebesar 100 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
Dengan sistem tiga train beroperasi dan satu train standby (siaga), output gas adalah 300 MMSCFD pada tekanan 70 barg, temperatur 10 derajat celsius. Adapun pasokan LNG akan didatangkan dari kilang LNG Tangguh yang dioperasikan BP Berau Ltd. Proyek PLTGU Jawa-1 ini akan disalurkan ke PLN selama 25 tahun dengan skema BOOT (Build, Own, Operate, and Transfer).
Proyek senilai US$ 1,6 miliar ini merupakan bagian dari proyek 35 giga watt (GW) yang dicanangkan pemerintah. Pembangkit listrik dengan turbin ganda ini disebut bakal menjadi pembangkit combine cycle single shaft block terbesar di Asia Tenggara. Selain pembangunan PLTU, proyek ini juga, lanjut Dicky diintegrasikan dengan unit regasifikasi dan penyimpanan gas terapung (Floating Storage and Regasification Unit/ FSRU), pipa gas antara PLTGU dengan FSRU dan jalur transmisi yang menyambungkan PLTGU dengan titik interkoneksi.
Baca Juga: 85% Tenaga Kerja Operator di Tangguh LNG Berasal dari Papua, Kata Menteri Arifin Loh
Capaian proyek FSRU kini lebih maju dibandingkan proyek PLTGU. Hingga saat ini kemajuan proyek FSRU telah mencapai 96 persen. Saat ini tengah dilakukan uji ketahanan di perairan (sea trial) dari FSRU tersebut. FSRU Jawa 1 ini memiliki empat kargo LNG dengan total kapasitas 170.150 m3 dan memiliki empat train regasifikasi dengan kapasitas masing-masing sebesar 100 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
Dengan sistem tiga train beroperasi dan satu train standby (siaga), output gas adalah 300 MMSCFD pada tekanan 70 barg, temperatur 10 derajat celsius. Adapun pasokan LNG akan didatangkan dari kilang LNG Tangguh yang dioperasikan BP Berau Ltd. Proyek PLTGU Jawa-1 ini akan disalurkan ke PLN selama 25 tahun dengan skema BOOT (Build, Own, Operate, and Transfer).
(nng)