TKDN Industri Hulu Migas Lebihi Target yang Ditetapkan

Rabu, 17 Maret 2021 - 13:03 WIB
loading...
TKDN Industri Hulu Migas...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas menyebutkan, realisasi pengadaan barang dan jasa sektor hulu migas pada tahun 2020 mencapai USD3 miliar. Diketahui, dari nilai tersebut tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mendominasi sebanyak 56%.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, capaian TKDN hulu migas merupakan suatu hal yang sulit untuk dicapai. Akan tetapi, di tahun 2020 justru melebihi target yang ada. ( Baca juga:Pejabat Pertamina Dipecat Gara-gara TKDN, Ekonom: Shock Therapy Bagi BUMN Lain )

“Saya melihatnya bahwa capaian TKDN hulu migas memang suatu hal yang berat untuk dicapai, tetapi berdasarkan laporan dari SKK Migas ternyata tahun 2020 ini justru melewati target. Angka 53% yang ditargetkan tapi dalam actual-nya di 2020 mencapai 56%,” katanya dalam acara Market Review IDX Channel, Rabu (17/3/2021).

Menurut dia, pencapaian itu merupakan satu langkah maju dari para pengusaha dan K3S karena bisa memanfaatkan atau menerima produk-produk dalam negeri.

“Ini satu langkah maju dari teman-teman pengusaha dan juga teman-teman K3S karena bisa memanfaatkan ataupun menerima produk-produk dalam negeri sehingga TKDN menjadi lebih besar, bahkan lebih tinggi lagi. Bahkan tahun 2021 ditargetkan untuk sektor hulu migas oleh SKK Migas sebanyak 57%. Harapan saya mungkin bisa lebih dari 57%,” ujar Mamit.

Lanjut dia, di tahun 2021 dengan kondisi harga minyak yang sudah mulai kembali naik, juga diharapkan nantinya akan berdampak positif bagi kegiatan hulu migas yang akan semakin meningkat. Dan para pelaku di industri penunjang hulu migas bisa terus mensuplai ataupun menyampaikan barang-barang material mereka sehingga bisa men-support kegiatan-kegiatan hulu migas Indonesia berdasarkan hasil produksi dalam negeri sendiri.

“Karena bagaimana pun saya kira pemanfaatan TKDN ini memberikan multiplier effect atau dampak berganda yang cukup besar terutama dari sisi perekonomian kita. Di samping juga kita bicara mengenai tenaga kerja. Terus masalah harga pun saya kira mungkin ke depan akan bisa lebih baik lagi ataupun bahkan mungkin bisa lebih bersaing,” ucap Mamit. ( Baca juga:Interpol Berhasil Tangkap 13 Buronan Paling Dicari )

“Jadi saya kira capaian di sektor hulu migas ini sudah cukup besar dan juga sudah cukup tinggi. Tinggal kita bisa mengembangkan teknologi-teknologi lagi ke depannya, sehingga bisa menjadi lebih bisa dioptimalkan hasil produksi dalam negeri,” tambah dia.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sektor Migas Bebas Aturan...
Sektor Migas Bebas Aturan DHE dan Ekspor Satu Pintu, Ini Penjelasannya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga dan SKK Migas Taken MoU Optimalkan Produk Lokal Sektor Hulu Migas
SKK Migas dan Sucofindo...
SKK Migas dan Sucofindo Perkuat TKDN Pompa Industri Lokal
Perkuat Industri Nasional,...
Perkuat Industri Nasional, Belanja Suku Cadang Lokal SIG Tembus Rp809 Miliar
Pertamina EP Integrasikan...
Pertamina EP Integrasikan Keberlanjutan dalam Operasi Hulu Migas
Indonesia Punya 2 Pabrik...
Indonesia Punya 2 Pabrik LPG Baru, Mampu Produksi 200 Metrik Ton per hari
Dasco Minta Impor Mobil...
Dasco Minta Impor Mobil Pikap dari India Ditunda, Great Institute: Cerminan DPR Pro Industri Dalam Negeri
Pramono Panggil Dirut...
Pramono Panggil Dirut TransJakarta soal Kecelakaan yang Menewaskan Pejabat SKK Migas
Pejabat SKK Migas Meninggal...
Pejabat SKK Migas Meninggal setelah Tabrak Bus, Ini Penjelasan Transjakarta
Rekomendasi
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved