Cost of Fund Turun, Bos BSI Pede Bersaing dengan Bank Konvensional

Rabu, 17 Maret 2021 - 15:22 WIB
loading...
Cost of Fund Turun,...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat adanya penurunan cost of fund atau biaya dana hingga di angka 2 persen atau di bawah angka tersebut. Penurunan cost of fund dinilai mampu membawa BSI untuk bersaing dengan bank konvensional dalam negeri.

"Cost of fund kita sudah turun mencapai 2 persen, bahkan bisa di bawah itu. Jadi, di pembiayaan kita sudah bisa sangat bersaing," ujar Direktur Utama BSI, Hery Gunardi dalam Webinar, Rabu (17/3/2021).

Penurunan biaya dana disebabkan adanya efisiensi kinerja emiten. Ihwal efisiensi kinerja, tercatat, ada tiga sektor industri yang digodok BSI. Ketiganya adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) , ritel, dan wholesale.

Baca juga: Bank Syariah Indonesia Beri Efek Positif ke Industri Keuangan hingga Media Massa

Hery Gunardi mengaku penurunan cost of fund dilakukan melalui sejumlah strategi sebelum mencapai level tersebut. "Kuncinya pada dana simpanan DPK (Dana Pihak Ketiga). Kami punya strategi untuk mendorong dana murah seperti tabungan dan giro. Keunggulan kami pada jumlah nasabah dan berikutnya dengan pengembangan layanan digital juga," katanya.

Ke depannya, BSI siap menyasar seluruh segmen UMKM hingga korporasi. Pihaknya yakin BSI dapat turut membiayai proyek-proyek infrastruktur berskala besar sejalan dengan rencana pemerintah.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Erick Thohir mencatat, BSI mampu memberikan dampak signifikan bagi industri syariah di Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cicil Emas BSI Makin...
Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun
Bantuan Logistik Tembus...
Bantuan Logistik Tembus 125 Ton, 100 Relawan Tambahan BSI Berangkat ke Aceh
BTN Resmi Lepas UUS...
BTN Resmi Lepas UUS Jadi Bank Syariah Nasional, Bagaimana Nasib Karyawannya?
Dapat Duit Rp10 Triliun...
Dapat Duit Rp10 Triliun dari Purbaya, Dirut BSI: Sebentar Lagi Juga Habis
Pemblokiran Rekening...
Pemblokiran Rekening Nganggur Bikin Repot Nasabah BSI: Kebijakan Tanpa Lihat Data
Spin Off BTN Syariah...
Spin Off BTN Syariah Tertahan, Pengamat Ungkap Penyebab Utamanya
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
Melalui Syariah untuk...
Melalui Syariah untuk Semua, Permata Bank Hadirkan Layanan Inklusif
Kolaborasi Perdana BSN...
Kolaborasi Perdana BSN dan Al Bahjah Peduli Gelar Khitanan Massal
Rekomendasi
Kasus Dugaan Penganiayaan...
Kasus Dugaan Penganiayaan ART Naik Penyidikan, Erin Wartia Berpotensi Jadi Tersangka
Polri Kini Punya 54...
Polri Kini Punya 54 Jenderal Baru pada 2026 usai Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Berita Terkini
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Bursa Saham RI Diguncang...
Bursa Saham RI Diguncang MSCI, OJK Garansi Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta
Bulog Buka Gudang untuk...
Bulog Buka Gudang untuk Mahasiswa UGM, Dirut: Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved