Menteri Teten Ingin Bisnis Koperasi Masuk ke Segala Bidang

Rabu, 17 Maret 2021 - 17:34 WIB
loading...
Menteri Teten Ingin...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
TANGERANG - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa koperasi di Indonesia harus mampu melakukan aneka terobosan dalam pengembangan usaha. Salah satunya dengan masuk ke sektor produksi. Selain itu, juga harus memiliki karakter serta jati diri yang berbeda (dengan koperasi di negara lain), bukan sekadar besar, yaitu mempunyai kepedulian sosial yang tinggi. ( Baca juga:Koperasi Didorong Masuk dalam Rantai Pasok Industri Manufaktur )

"Kopsyah BMI tidak hanya melakukan kegiatan ekonomi, melainkan juga membangun solidaritas sosial dan pemberdayaan masyarakat. Menurut saya, ini model koperasi yang ideal untuk dikembangkan di Indonesia," papar Teten dalam acara Hibah Rumah Siap Huni Koperasi Syariah (Kopsyah) Benteng Mikro Indonesia (BMI) di Desa Laksana, Kampung Bojong, Paku Haji, Kabupaten Tangerang, Rabu (17/3/2021).

Sampai dengan Maret ini telah mencapai 293 unit rumah dibangun Kopsyah BMI untuk wilayah keanggotaan di Tangerang, Serang, Lebak, Pandeglang, dan Bogor. "Program Hibah Rumah Siap Huni ini sangat membantu anggota koperasi dan masyarakat, khususnya yang belum mampu untuk memiliki rumah layak huni," ucap Teten.

Teten berharap program yang telah dijalankan Kopsyah BMI ini dapat menjadi contoh dan direplikasi koperasi syariah lainnya. Lebih dari itu, Teten akan terus mendorong model sirkuit ekonomi di dalam koperasi karena segala kebutuhan anggota dan masyarakat bisa dipenuhi koperasi.

"Kebutuhan akan rumah sakit, beras, bahan material bangunan, dan sebagainya, seharusnya mampu disediakan koperasi," katanya.

Dengan membangun sirkuit ekonomi koperasi multipihak tersebut, lanjut Teten, dana besar yang dimiliki anggota tidak akan lari ke mana-mana. Pasalnya, KSP selama ini lebih dominan membiayai sektor perdagangan. "Namun, mayoritas pedagang kita itu juga menjual produk yang dihasilkan usaha besar," ulasnya.

Teten berharap ada perubahan dari syarikat dagang menjadi syarikat produksi. "Koperasi harus masuk ke sektor produksi sehingga bisa menjual banyak produk berkualitas yang dihasilkan para anggota," tukasnya.

Menurut Teten, ada banyak sektor ekonomi yang bisa dimasuki bahkan direbut koperasi. Contoh, sektor kelautan dan perikanan, yang saat ini didominasi pelaku UMKM (98%). "Itu potensi besar yang belum digarap koperasi. Ada ikan tangkap, budi daya ikan, rumput laut, dan lainnya. Bahkan, banyak tempat pelelangan ikan sudah dikelola koperasi," jelasnya. ( Baca juga:Polri Siapkan Penghargaan kepada Warga yang Aktif Laporkan Pidana Medsos )

Di samping itu, Teten juga mendorong koperasi untuk masuk ke sektor produk berbasis teknologi, dengan dukungan riset dari BPPT, LIPI, dan perguruan tinggi. "Pelaku UMKM kita tidak akan menjadi besar jika tidak masuk ke global value chain. Mengapa UMKM di China besar-besar, ya karena mereka mampu membuat komponen-komponen industri, hingga elektronik,"paparnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Maksimalkan Peran Koperasi...
Maksimalkan Peran Koperasi Hijau untuk Dukung Pengembangan PLTS
LPDB Dorong Koperasi...
LPDB Dorong Koperasi Lebih Berdaya, 15 Inkubator Terpilih Siap Dampingi Koperasi Naik Kelas
30.000 Kopdes Merah...
30.000 Kopdes Merah Putih Dikebut demi Cegah Penyelewengan Dana Desa
KSP Nasari Bersama KDKMP...
KSP Nasari Bersama KDKMP Dorong Ekosistem Koperasi Digital Lebih Aman
Sejalan dengan Asta...
Sejalan dengan Asta Cita, Induk KUD Sambut Baik Rekomendasikan PDIP Kuatkan Koperasi
Perkuat Ekonomi Kerakyatan,...
Perkuat Ekonomi Kerakyatan, UKP Bidang Ekonomi dan Perbankan MoU dengan Menkop
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Hadirkan Program Sosial,...
Hadirkan Program Sosial, TBIG Raih Dua Penghargaan Bergengsi Tingkat Nasional
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Hanya Resmikan 1.061 Kopdes: Saya Suka Angka 8
Rekomendasi
Ruben Onsu Desak KPAI...
Ruben Onsu Desak KPAI Prioritaskan Dugaan Eksploitasi Anak, Bukan Isu Nafkah
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil Jumpa Jepang, Argentina Ditantang Cape Verde
Berita Terkini
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved