Bank Sulselbar Raih Sertifikat ISO/IWC 27001:2013, Data Nasabah Kian Aman
Jum'at, 19 Maret 2021 - 19:47 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, seiring berjalannya waktu sudah mulai berubah ke layanan digital di mana pada 2020 layanan justru 60% ke digital.
“Jadi yang tadinya 26 juta di 2018 layanan di perkantoran, sekarang tinggal 4 juta dengan pertumbuhan transaksi di angka 49 juta per tahun tahun khusus finansial saja seperti transaksi tunai. Jadi, dari 43 juta itu transaksi atm kita tinggal berkisar 5 jutaan. Selebihnya didominasi transaksi ATM dan mobile banking, berarti ini yang saya bilang tadi profit kita sudah kelihatan. Karena kita sudah menggeser transaksi yang sifatnya mahal menjadi transaksi yang sifatnya murah,” katanya.
Bank Sulselbar Jadi Percontohan Bank Daerah
Direktur CBQA Global Indonesia, Anwar Siregar memaparkan, metodologi yang digunakan dalam pekerjaan asesmen dan konsultasi ISO/IEC 27001:2013 ini mengacu kepada manajemen standar yang diterapkan oleh ISO. Prinsip manajemen standar yang dilakukan dalam proses pekerjaan ini merupakan bagian dari proses peningkatan secara berkelanjutan (continual improvement) yang berdasarkan pada siklus plan-do-check-act (PDCA).
Memang tidak mudah meraih ISO/IEC 27001 :2013 ini ada 10 klausul dan 114 kontrol. 114 kontrol itu meliputi kontrol infrastruktur, kontrol people, kontrol aset, kontrol akses dan lain-lain.
Baca juga: Realisasi CSR Bank Sulselbar Cabang Sengkang Sasar Sektor Kesehatan
“Mewakili manajemen dari CPE Global, saya harus menyampaikan pesan dari direktur utama kami. Kami sangat berterima kasih banyak karena memang tentunya kami percaya bahwa untuk mendapatkan ISO 27001 ini bukan hal yang mudah. Jadi direktur utama kami sungguh-sungguh memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Bank Sulselbar karena sebagai Bank BPD tentunya ini suatu pencapaian yang luar biasa,” paparnya.
Atas pencapaian ini pula, Anwar Siregar menjelaskan, kini Bank Sulselbar mampu memperlihatkan bahwa bisa tampil di depan dengan memimpin, kemudian menunjukkan kepada masyarakat bahwa sangat peduli terhadap perlindungan data customer.
“Saat ini negara sendiri memposisikan lahirnya Badan Siber Sandi Negara adalah bagian dari strategi negara untuk melindungi masyarakat Indonesia, dan BPD Sulselbar berhasil memperlihatkan komitmennya melindungi data nasabah dengan menerapkan data sertifikasi oleh ISO/IEC 27001: 2013,”terangnya.
Baca juga: Bank Sulselbar Buka Kantor Kas ke-4 di Luwu
Dia menambahkan, jika pihaknya yakin dan percaya Bank Sulselbar ini tidak akan berhenti disini. Untuk itu, pihaknya berharap bahwa Bank Sulselbar nantinya akan menjadi champion dalam konteks security di Bank BPD.
“Jadi kalau bicara siapa yang paling the best, belajarlah ke BPD Sulselbar , bukan belajar ke BPD yang lain,” imbuhnya.
“Jadi yang tadinya 26 juta di 2018 layanan di perkantoran, sekarang tinggal 4 juta dengan pertumbuhan transaksi di angka 49 juta per tahun tahun khusus finansial saja seperti transaksi tunai. Jadi, dari 43 juta itu transaksi atm kita tinggal berkisar 5 jutaan. Selebihnya didominasi transaksi ATM dan mobile banking, berarti ini yang saya bilang tadi profit kita sudah kelihatan. Karena kita sudah menggeser transaksi yang sifatnya mahal menjadi transaksi yang sifatnya murah,” katanya.
Bank Sulselbar Jadi Percontohan Bank Daerah
Direktur CBQA Global Indonesia, Anwar Siregar memaparkan, metodologi yang digunakan dalam pekerjaan asesmen dan konsultasi ISO/IEC 27001:2013 ini mengacu kepada manajemen standar yang diterapkan oleh ISO. Prinsip manajemen standar yang dilakukan dalam proses pekerjaan ini merupakan bagian dari proses peningkatan secara berkelanjutan (continual improvement) yang berdasarkan pada siklus plan-do-check-act (PDCA).
Memang tidak mudah meraih ISO/IEC 27001 :2013 ini ada 10 klausul dan 114 kontrol. 114 kontrol itu meliputi kontrol infrastruktur, kontrol people, kontrol aset, kontrol akses dan lain-lain.
Baca juga: Realisasi CSR Bank Sulselbar Cabang Sengkang Sasar Sektor Kesehatan
“Mewakili manajemen dari CPE Global, saya harus menyampaikan pesan dari direktur utama kami. Kami sangat berterima kasih banyak karena memang tentunya kami percaya bahwa untuk mendapatkan ISO 27001 ini bukan hal yang mudah. Jadi direktur utama kami sungguh-sungguh memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Bank Sulselbar karena sebagai Bank BPD tentunya ini suatu pencapaian yang luar biasa,” paparnya.
Atas pencapaian ini pula, Anwar Siregar menjelaskan, kini Bank Sulselbar mampu memperlihatkan bahwa bisa tampil di depan dengan memimpin, kemudian menunjukkan kepada masyarakat bahwa sangat peduli terhadap perlindungan data customer.
“Saat ini negara sendiri memposisikan lahirnya Badan Siber Sandi Negara adalah bagian dari strategi negara untuk melindungi masyarakat Indonesia, dan BPD Sulselbar berhasil memperlihatkan komitmennya melindungi data nasabah dengan menerapkan data sertifikasi oleh ISO/IEC 27001: 2013,”terangnya.
Baca juga: Bank Sulselbar Buka Kantor Kas ke-4 di Luwu
Dia menambahkan, jika pihaknya yakin dan percaya Bank Sulselbar ini tidak akan berhenti disini. Untuk itu, pihaknya berharap bahwa Bank Sulselbar nantinya akan menjadi champion dalam konteks security di Bank BPD.
“Jadi kalau bicara siapa yang paling the best, belajarlah ke BPD Sulselbar , bukan belajar ke BPD yang lain,” imbuhnya.
(luq)
Lihat Juga :