Australia Setop BLT Subsidi Gaji, Ini Alasannya
Sabtu, 20 Maret 2021 - 09:00 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/REUTERS
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Australia mengungkapkan alasan penghentian bantuan subsidi gaji atau JobKeeper. Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengaskan bahwa skema tersebut telah berhasil mencapai tujuan seperti yang diinginkan ketika diluncurkan sejak tahun lalu.
"Jika program ini dilanjutkan melebihi batas efektif maka justru akan menghambat ekonomi karena bisa menimbulkan masalah dalam mobilitas angkatan kerja," jelasnya seperti dilansir ABC News, di Jakarta, Sabtu (20/3/2021).
Baca Juga: Australia Setop BLT Subsidi Gaji, Gimana Nasib Warga Asal RI?
"Kita memiliki puluhan ribu posisi dalam data lowongan kerja terbaru dan jumlahnya terus meningkat. Di wilayah regional saja, ada 50 ribu lowongan kerja saat ini," kata Morrison.
Sementara itu, asisten juru bicara oposisi urusan Perbendaharaan Negara, Andrew Leigh, mendesak pemerintah untuk mengungkap perusahaan yang telah memanfaatkan subsidi gaji, padahal mereka mencatatkan laba yang sangat tinggi, bahkan membagikan bonus untuk direksi.
"Jika program ini dilanjutkan melebihi batas efektif maka justru akan menghambat ekonomi karena bisa menimbulkan masalah dalam mobilitas angkatan kerja," jelasnya seperti dilansir ABC News, di Jakarta, Sabtu (20/3/2021).
Baca Juga: Australia Setop BLT Subsidi Gaji, Gimana Nasib Warga Asal RI?
"Kita memiliki puluhan ribu posisi dalam data lowongan kerja terbaru dan jumlahnya terus meningkat. Di wilayah regional saja, ada 50 ribu lowongan kerja saat ini," kata Morrison.
Sementara itu, asisten juru bicara oposisi urusan Perbendaharaan Negara, Andrew Leigh, mendesak pemerintah untuk mengungkap perusahaan yang telah memanfaatkan subsidi gaji, padahal mereka mencatatkan laba yang sangat tinggi, bahkan membagikan bonus untuk direksi.
Lihat Juga :