Harga Minyak Sepekan Tergerus 7% Akibat Kekhawatiran Soal Permintaan

Sabtu, 20 Maret 2021 - 07:31 WIB
loading...
Harga Minyak Sepekan...
Harga minyak mentah selama sepekan terpangkas 7% akibat kekhawatiran turunnya permintaan seiring gelombang baru infeksi Corona di Eropa. Foto/Ilustrasi
A A A
NEW YORK - Harga minyak mentah pada perdagangan Jumat (19/3) naik lebih dari 2%. Namun demikian, harga minyak mengakhiri minggu ini dengan penurunan sekitar 7% dibanding pekan sebelumnya.

Penurunan harga minyak disebabkan karena gelombang baru infeksi virus Corona di seluruh Eropa yang mengurangi harapan bahwa permintaan bahan bakar akan segera pulih.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Merosot Makin Dalam Saat Eropa Kembali Lockdown

Minyak mentah Brent kemarin naik USD1,25 per barel, atau 2%, pada USD64,53 per barel. Minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) naik USD1,42, atau 2,4%, menjadi USD61,42 per barel. Bahkan, pada sesi berikut keduanya diperdagangkan dalam kisaran luas lebih dari USD2 per barel.

Kenaikan harga pada Jumat terjadi setelah sehari sebelumnya, Kamis (18/3), minyak turun 7% karena Eropa memberlakukan kembali penguncian, sementara program vaksinasi diperlambat oleh masalah distribusi dan kekhawatiran efek samping.

Kenaikan harga pada hari Jumat terjadi karena banyak pelaku pasar memandang aksi jual sebelumnya sebagai sesuatu yang berlebihan.

"Aksi jual akan menggerakkan beberapa hal yang bisa memperlambat reli," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (20/3/2021). "OPEC akan lebih mengkhawatirkan Covid," katanya.

Kekhawatiran mengenai peluncuran vaksin di Eropa membatasi kenaikan harga minyak. Jerman, Prancis, dan negara lain telah mengumumkan dimulainya kembali inokulasi dengan suntikan AstraZeneca setelah regulator menyatakan bahwa vaksin itu aman. Tetapi penghentian sebelumnya membuat lebih sulit untuk mengatasi resistensi terhadap vaksin. Inggris mengumumkan akan memperlambat peluncuran vaksin Covid-19 bulan depan karena penundaan pasokan.

Baca Juga: Dijemput JPU di Rutan Bareskrim, dengan Nada Tinggi Habib Rizieq Tolak Sidang Online

Goldman Sachs mengatakan hambatan pasar minyak terkait dengan permintaan Uni Eropa dan pasokan Iran akan memperlambat penyeimbangan pasar pada kuartal kedua, meskipun pihaknya mengharapkan Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC plus) untuk bertindak untuk mengimbangi itu.

Iran telah memindahkan jumlah rekor minyak mentah ke klien utama China dalam beberapa bulan terakhir sementara penyuling negara India telah menambahkan minyak Iran ke rencana impor tahunan mereka dengan asumsi bahwa sanksi AS terhadap pemasok OPEC akan segera mereda.

Goldman mengharapkan peningkatan signifikan dalam permintaan minyak global dalam beberapa bulan mendatang, mengangkat perkiraan harga Brent menjadi USD80 per barel musim panas ini.

Hedge fund dan pengelola uang lainnya menaikkan posisi net long berjangka dan opsi minyak mentah AS mereka di minggu terakhir, Perdagangan Berjangka Komoditas AS.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Arab Saudi Diprediksi...
Arab Saudi Diprediksi Pangkas Harga Minyak ke Asia hingga USD8 per Barel
Langkah Mengejutkan!...
Langkah Mengejutkan! UEA Keluar dari OPEC dan OPEC+, Apa Alasannya?
Harga Minyak Naik, Nalar...
Harga Minyak Naik, Nalar Fiskal Jangan Turun
IRGC: Jika Anda Bisa...
IRGC: Jika Anda Bisa Mentolerir Harga Minyak USD200 per Barel, Teruslah Bermain dalam Permainan Ini
Rekomendasi
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved