Genjot Konsumsi Ikan, KKP Latih Masyarakat Kreasikan Olahan Ikan Unggul
Sabtu, 20 Maret 2021 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
"Ikan mengandung protein tinggi dan asam amino esensial yang diperlukan oleh tubuh. Di samping itu, nilai biologisnya mencapai 90%, dengan jaringan pengikat sedikit sehingga mudah dicerna oleh tubuh," tuturnya.
Gizi ikan yang tinggi juga berperan dalam mencegah stunting. Di samping itu, Sjarief menyatakan bahwa pelatihan ini sejalan dengan program prioritas pemerintah dalam membangun SDM yang terampil, berpengetahuan, dan tanggap teknologi.
Kepala Puslatluh KP Lilly Aprilya Pregiwati mengungkapkan bahwa meskipun jumlah produksi perikanan budidaya di Kabupaten Magelang cukup tinggi, namun angka konsumsinya masih rendah.
Tercatat pada tahun 2019, angka produksi ikan untuk komoditas ikan lele dan nila saja mencapai lebih dari 5.000 ton/tahun sementara angka konsumsi ikannya hanya sebesar 19,71 kg/kapita/tahun. Angka ini jauh di bawah AKI Provinsi Jawa Tengah sebanyak 33,71 kg/kapita/tahun dan AKI nasional yakni 54,49 kg/kapita/tahun pada saat itu. Ia menilai, kondisi ini salah satunya disebabkan oleh masih kurangnya olahan produk ikan yang menarik minat masyarakat.
"Diversifikasi produk olahan ikan di Kabupaten Magelang ini masih cukup awam, padahal potensi budidayanya melimpah. Masyarakat perlu dilatih mengolah produk perikanan di daerahnya menjadi produk yang bernilai tambah sekaligus meningkatkan konsumsi ikan masyarakat," ucap Lilly.
Gizi ikan yang tinggi juga berperan dalam mencegah stunting. Di samping itu, Sjarief menyatakan bahwa pelatihan ini sejalan dengan program prioritas pemerintah dalam membangun SDM yang terampil, berpengetahuan, dan tanggap teknologi.
Kepala Puslatluh KP Lilly Aprilya Pregiwati mengungkapkan bahwa meskipun jumlah produksi perikanan budidaya di Kabupaten Magelang cukup tinggi, namun angka konsumsinya masih rendah.
Tercatat pada tahun 2019, angka produksi ikan untuk komoditas ikan lele dan nila saja mencapai lebih dari 5.000 ton/tahun sementara angka konsumsi ikannya hanya sebesar 19,71 kg/kapita/tahun. Angka ini jauh di bawah AKI Provinsi Jawa Tengah sebanyak 33,71 kg/kapita/tahun dan AKI nasional yakni 54,49 kg/kapita/tahun pada saat itu. Ia menilai, kondisi ini salah satunya disebabkan oleh masih kurangnya olahan produk ikan yang menarik minat masyarakat.
"Diversifikasi produk olahan ikan di Kabupaten Magelang ini masih cukup awam, padahal potensi budidayanya melimpah. Masyarakat perlu dilatih mengolah produk perikanan di daerahnya menjadi produk yang bernilai tambah sekaligus meningkatkan konsumsi ikan masyarakat," ucap Lilly.
Lihat Juga :