Menkop Teten Akui Masih Banyak Produk Pangan Impor

loading...
Menkop Teten Akui Masih Banyak Produk Pangan Impor
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto/Dok. SINDOnews
JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM terus memantapkan strategi menerapkan model bisnis korporatisasi petani dan menciptakan koperasi pangan modern. Langkah itu diharapkan dapat mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri dari produk lokal.

"Korporatisasi petani mengonsolidasikan petani perorangan yang berlahan sempit untuk tergabung dalam koperasi pangan modern sehingga tercipta komoditi rantai pasok baik untuk pasar domestik maupun ekspor," ucap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam kunjungannya ke NFC Tanihub Group di Cikarang, Jawa Barat, Sabtu (20/3/2021).

Baca Juga: MenkopUKM Dorong Petani Bangun Korporatisasi Petani Melalui Koperasi

Diakui Teten, hingga saat ini, sebagian kebutuhan pangan dalam negeri masih dipenuhi dari hasil impor. Oleh karena itu, dengan korporatisasi petani diharapkan kebutuhan pangan dalam negeri bisa dicukup dari produk lokal.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah lewat kerja sama yang telah terjalin dengan TaniHub Group sebagai agregator. TaniHub merupakan perusahaan agriculture technology. Melalui kerja sama kemitraan tersebut diharapkan TaniHub mampu menyerap hasil produk pertanian maupun perkebunan dengan pola yang menguntungkan bagi petani.



Teten menegaskan, pihaknya menggandeng TaniHub lantaran startup pertanian ini telah memiliki infrastruktur yang mumpuni. Upaya tersebut, sambungnya, sejalan dengan tugas yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada kementeriannya untuk membangun koperasi-koperasi pangan yang meliputi industri pertanian, perternakan, dan perikanan.

"Agar kita mampu membangun sistem produksi pangan nasional modern, yang lebih menjamin kualitas suplai lebih stabil," jelasnya.

Baca Juga: Korut Bersiap Putuskan Hubungan dengan Malaysia, Sebut Malaysia Jahat

Menurut Teten, adanya kepastian pasar bagi produksi pertanian ini juga sekaligus memudahkan koperasi dalam meraih pembiayaan. Sebab, selama ini koperasi sektor produktif seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan dianggap sebagai sektor yang berisiko tinggi bagi perbankan.

"Jadi jika kita sekarang membangun koperasi pangan terhubung dengan market dan rantai pasok, maka akan mendorong perbankan lebih berani membiayai sektor pangan kita," imbuh Teten.



Ke depan, Teten berharap, akan banyak pihak lain, tak hanya TaniHub, yang bermitra dengan petani dalam menyerap hasil produksi pangan. Dengan demikian, target pemenuhan industri pangan dalam negeri bisa terwujud lebih cepat.
(fai)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top