Pelatihan Online di Kartu Prakerja Tidak Lebih Baik dari Konten Gratis Youtube

Selasa, 19 Mei 2020 - 19:05 WIB
loading...
A A A
"Materi pelatihan ini harusnya bisa di-link and match dengan perusahaan-perusahaan penampung, sehingga kurikulumnya bisa sesuai dengan kebutuhan perusahaan penampung dan tenaga kerja. Jadi begitu lulus, mereka bisa langsung diterima," ungkap Esther.

Sementara itu terang dia sudah banyak materi gratis di Youtube, dan di Kartu Prakerja harganya lebih mahal. Beberapa perusahaan swasta juga sudah menyediakan tawaran pelatihan keterampilan secara cuma-cuma. "Seharusnya Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menggandeng pihak-pihak yang menyelenggarakan pelatihan gratis itu," tambah Esther.

Ia juga mempertanyakan mengapa proses pemilihan mitra Kartu Prakerja harus melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko). Padahal, menurut Esther, pemilihan mitra bisa dilakukan melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa menurut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2018.

"Anggaran pelatihan juga perlu diperhatikan, karena butuh standarisasi biaya pelatihan disertai materi pelatihan. Perlu juga adanya kepastian bekerja setelah mengikuti pelatihan dan sertifikasi, dengan keterlibatan perusahaan yang akan menampung peserta yang lulus pelatihan Kartu Prakerja, misal Apple Academy," terang Esther.

INDEF juga mengkritik skema Kartu Prakerja yang perlu untuk menyelesaikan training, setelah itu baru mendapatkan bantuan sosial (bansos) sebesar Rp600 ribu per bulannya. "Ini akan mengakibatkan moral hazard, karena ada godaan besar bagi peserta untuk memilih training yang paling pendek dan murah asal mereka mendapatkan bansos. Pemerintah perlu memitigasi kemungkinan-kemungkinan terjadinya moral hazard seperti itu," pungkas Esther.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BUMN Ekspor PT DSI Bakal...
BUMN Ekspor PT DSI Bakal Diisi Pekerja Asing, Ini Tugasnya
Baru 27% Pekerja RI...
Baru 27% Pekerja RI Punya Keterampilan Digital, Menaker: Jauh di Bawah Standar Global
Menyoroti Pergeseran...
Menyoroti Pergeseran Peran Tenaga Kerja di Tengah Perkembangan Kebutuhan Lintas Industri
Link and Match Pendidikan-Dunia...
Link and Match Pendidikan-Dunia Kerja, Wilmar Dukung Program Magang Mahasiswa
Separuh Pengusaha RI...
Separuh Pengusaha RI Setop Ekspansi 5 Tahun ke Depan, Lapangan Kerja Terancam Lesu
Kondisi Ketenagakerjaan...
Kondisi Ketenagakerjaan RI Lampu Kuning, 1,5 Juta Calon Pekerja Tak Terserap Setiap Tahun
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Mendobrak Batas: 36...
Mendobrak Batas: 36 Profesi Buktikan Tunanetra Mampu Taklukkan Sektor Formal
UBM Bahas Tren Tenaga...
UBM Bahas Tren Tenaga Kerja Pariwisata Global di Studium Generale 2026
Rekomendasi
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
4 Negara di Dunia yang...
4 Negara di Dunia yang Tidak Memiliki Pesawat Tempur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved