Kementan Ajak Petani di Lahan Irigasi Terapkan Jajar Legowo

Senin, 22 Maret 2021 - 06:58 WIB
loading...
A A A
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan peningkatan produktivitas harus dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan. “Dalam pandemi Covid-19, kita dituntut untuk mampu menjaga ketahanan pangan, juga mewujudkan kemandirian pangan. Hal ini bisa direalisasikan jika kita mampu meningkatkan produktivitas,” katanya.

(Baca juga:Puluhan Hektare Tanaman Padi di Kabupaten Wajo Diserang Tikus)

Sebagaimana diketahui, jarwo 4:1 menerapkan setiap empat baris tanaman diselingi satu barisan kosong. Tipe ini memiliki dua baris tanaman pinggir dan dua baris tanaman tengah. Jarak tanam 20 cm (antar barisan dan jarak antar tanaman pada barisan tengah) x 10 cm (antar tanaman pinggir) x 40 cm (jarak barisan kosong).

Jarwo 4:1 yang direkomendasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan mengatur jarak tanam agar mampu menampung populasi tanaman lebih banyak, dan tanaman pinggir lebih banyak pula. Jarak tanam dapat dimodifikasi sesuai kondisi dan tingkat kesuburan lahan serta varietas yang digunakan. Di lahan subur, jarak tanam bisa lebih lebar sementara pada lahan kurang subur jarak tanam bisa dikurangi.

(Baca juga:Banjir Rendam 5.432 Hektar Tanaman Padi di Jatim, Mengancam Cadangan Pangan?)

Jarak tanam disesuaikan varietas padi yang digunakan, misalnya tanaman padi yang tipe penampilannya lebat dan tinggi jarak tanam agak diperlebar, begitu pula sebaliknya, untuk varietas padi yang kurang lebat jarak tanamnya dikurangi.

Jarwo mengatur jarak tanam, dalam satu petak lahan ada beberapa barisan kosong dengan jarak lebih lebar ketimbang jarak antar barisan tanaman. Singkatnya, jarwo adalah cara menanam padi dengan pola beberapa barisan tanaman diselingi satu barisan kosong.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentan Amran Copot Oknum...
Mentan Amran Copot Oknum ASN yang Sewakan Lahan Negara 300 Hektare
Pilar Swasembada Pangan,...
Pilar Swasembada Pangan, Kementan Cetak Ratusan Ribu Petani Muda
Harga Beras di Jepang...
Harga Beras di Jepang Naik 90%, Bagaimana di Indonesia?
Ini 3 Arahan Prabowo...
Ini 3 Arahan Prabowo untuk Mentan Amran di Kementerian Pertanian
Gerak Cepat Atasi Kekeringan,...
Gerak Cepat Atasi Kekeringan, Kementan Sabet Penghargaan Komunikasi Publik Terbaik di AMH 2024
Genjot Produktivitas...
Genjot Produktivitas Padi di Lahan Sulfat Masam lewat Teknologi Inovatif
Diskriminasi Menahun:...
Diskriminasi Menahun: Daging Sapi Vs Daging Kerbau
Mentan Amran: Rehabilitasi...
Mentan Amran: Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumatera Tanggung Jawab Negara
Kementan Bentuk 33 Balai...
Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
Rekomendasi
3 Mantan Kapolda Jabar...
3 Mantan Kapolda Jabar yang Duduk di Kabinet Prabowo, 1 di Antaranya Wakapolri
Demo Mahasiswa, Polisi...
Demo Mahasiswa, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas hingga Kerahkan Ribuan Pasukan
Kronologi Haji Bolot...
Kronologi Haji Bolot Dilarikan ke RS karena Serangan Jantung, Bermula dari Sesak Napas
Berita Terkini
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved